DPRD NTT Minta Alat Pertanian Cegah Bakar Lahan
- 14 Sep 2026 16:19 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kebiasaan membakar lahan untuk membuka atau membersihkan area pertanian masih menjadi salah satu persoalan yang muncul di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), terutama saat memasuki musim kering. Anggota DPRD NTT Dr. Inche Damaris Petronella Sayuna meminta kebiasaan tersebut dihentikan dan pemerintah memperkuat alternatif pembersihan lahan bagi masyarakat.
Menurut Inche, membakar lahan memang menjadi cara paling mudah yang dipilih sebagian masyarakat untuk membersihkan area pertanian. Namun, cara tersebut memiliki dampak yang jauh lebih luas karena api dapat merambat dan membakar kawasan lain yang tidak seharusnya terbakar. “Membersihkan lahan dengan membakar lahan itu dia tidak hanya berdampak pada tanah itu saja, tapi untuk humus lain dan sebagainya,” ujarnya. Ia menilai upaya mencegah kebakaran harus lebih diutamakan daripada menangani dampaknya setelah api terlanjur menyebar.
Inche mengatakan pemerintah, masyarakat, gereja, dan berbagai elemen lainnya telah berulang kali memberikan edukasi agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Namun, imbauan tersebut perlu disertai solusi nyata agar masyarakat memiliki pilihan lain yang lebih aman dan mudah dilakukan.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah mengoptimalkan Brigade Alat-Alat Pertanian yang telah dimiliki pemerintah untuk membantu masyarakat membersihkan lahan. “Brigade Alat-Alat Pertanian kita itu bisa dipetakan supaya diberikan secara cuma-cuma kepada rakyat,” katanya.
Menurut dia, penggunaan alat pertanian tersebut dapat dilakukan secara berkelompok, terutama bagi masyarakat yang memiliki lahan cukup luas. “Kita punya program itu, pemerintah punya itu, pemerintah sudah punya infrastrukturnya sebetulnya, alat-alat pertanian yang disiapkan untuk membantu masyarakat secara cuma-cuma, itu mungkin dioptimalkan supaya masyarakat tidak memilih untuk membakar lahan,” ucapnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....