KUB Santa Maria Virgo Kapela Bello Serahkan Bantuan Logistik Bagi Bencana Flores

  • 07 Sep 2026 10:42 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kepedulian terhadap warga terdampak bencana di Flores terus mengalir dari berbagai komunitas umat Katolik di Kota Kupang. Sabtu, 5 September 2026 pagi, Komunitas Umat Basis (KUB) Santa Maria Virgo, Kapela Santo Agustinus Bello, menyerahkan bantuan logistik berupa beras, mi instan, dan susu untuk korban bencana Flores.

Bantuan diserahkan Ketua KUB Santa Maria Virgo, Johnni Manehat, didampingi Wakil Ketua Goris Takene, kepada Posko Bantuan Bencana Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua. Penyerahan berlangsung di Kantor Pastoran Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua Kota Kupang, dan diterima Pastor Paroki, RD Longuinus Bone.

RD Longuinus Bone menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh umat di wilayah Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua yang telah bergotong royong menggalang bantuan. Dukungan tersebut tidak hanya datang dari umat di pusat paroki, tetapi juga dari stasi-stasi serta sejumlah komunitas hidup bakti.

Menurut Romo Dus Bone, seluruh bantuan yang terkumpul melalui posko paroki selanjutnya akan diteruskan ke Posko Keuskupan Agung Kupang melalui Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), sebelum disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Flores.

Ia berharap bantuan, terutama bahan makanan pokok, dapat segera diberangkatkan ke lokasi bencana. Kecepatan distribusi penting agar bantuan yang terkumpul dapat diterima korban dalam kondisi layak konsumsi.

“Jangan sampai bantuan terlalu lama tersimpan sehingga rusak sebelum sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

RD Longuinus mengatakan, dalam waktu dekat Posko Bantuan Bencana Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua akan ditutup. Bantuan yang telah terkumpul akan dihimpun melalui Keuskupan Agung Kupang untuk selanjutnya diberangkatkan menggunakan kontainer menuju Ende dan Ruteng sebagai titik penyaluran.

Ketua KUB Santa Maria Virgo, Johnni Manehat, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian umat terhadap saudara-saudara mereka yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.

Ia berharap bencana segera berakhir sehingga masyarakat Flores dapat kembali menata kehidupan dan bangkit dari keterpurukan.

Johnni juga berharap pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama secara cepat dan terkoordinasi dalam proses pemulihan. Tidak hanya infrastruktur dan rumah warga yang rusak, tetapi juga kondisi psikologis, terutama anak-anak yang berada di wilayah terdampak.

“Kita berdoa agar bencana ini segera berakhir. Semoga saudara-saudara kita di Flores diberi kekuatan dan dapat segera bangkit,” katanya.

Penggalangan bantuan tersebut merupakan bagian dari gerakan solidaritas yang juga mendapat dukungan dari Keuskupan Agung Kupang. Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, melalui surat imbauan resmi tertanggal 17 Agustus 2026, mengajak umat di setiap paroki untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Flores.

Setiap paroki didorong mendirikan posko logistik untuk menghimpun bahan makanan pokok atau sembako sesuai kemampuan umat. Selain bantuan dalam bentuk barang, umat juga dapat memberikan dukungan melalui rekening resmi Keuskupan Agung Kupang.

Bantuan yang dihimpun melalui Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Kupang selanjutnya akan disalurkan ke Keuskupan Agung Ende dan Keuskupan Ruteng sebagai titik distribusi bantuan ke wilayah terdampak.

Solidaritas itu pada akhirnya bukan sekadar tentang beras, mi instan atau susu yang dikirimkan. Di tengah bencana, setiap uluran tangan menjadi pesan bahwa mereka yang sedang berjuang di Flores tidak berjalan sendirian (GT/ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....