Penyuluh Agama Kristen Ungkap Waspadai Hati Jadi Awal Perilaku Baik
- 07 Sep 2026 10:40 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Penyuluh Agama Kristen Kanwil Kemenag NTT, Melky Yohanes Ouw, mengingatkan umat Kristen untuk mewaspadai kondisi hati karena kehidupan dan perilaku seseorang berawal dari apa yang tersimpan di dalam hati. Menurutnya, hati yang tidak dijaga dapat menghasilkan perkataan maupun tindakan yang tidak terfilter dalam kehidupan sehari-hari.
“Semua kehidupan berawal atau memancar dari hati, sehingga kita harus mewaspadai hati dengan sedemikian rupa. Kalau kita tidak mewaspadai hati, maka kehidupan atau output dari hati kita juga akan menjadi sembrono dan tidak terfilter,” kata Melky.
Ia menjelaskan, kehidupan yang dijalani manusia dalam waktu yang Tuhan berikan sangat dipengaruhi oleh kondisi hati masing-masing. Karena itu, menjaga hati menjadi bagian penting agar kehidupan seseorang dapat berjalan sesuai dengan kehendak dan nilai-nilai yang diyakininya.
Melky mengaitkan pentingnya menjaga hati dengan pengajaran Tuhan Yesus dalam Matius 15:18. Perikop tersebut menunjukkan bagaimana Tuhan Yesus menggunakan persoalan mengenai tangan yang tidak dicuci sebelum makan untuk menjelaskan bahwa kenajisan manusia tidak semata-mata berasal dari sesuatu yang masuk ke dalam tubuh.
“Yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Dari hati timbul segala dugaan jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat,” ujarnya.
Menurut Melky, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa persoalan kehidupan manusia harus dilihat lebih dalam daripada sekadar perkataan maupun perbuatan yang tampak secara lahiriah. Hati menjadi sumber yang terlebih dahulu perlu diperhatikan karena dari sanalah berbagai perkataan dan tindakan manusia dapat muncul.
Ia mengatakan, generasi masa kini perlu membangun kesadaran untuk memeriksa dan menjaga kondisi hati dalam menjalani kehidupan. Sikap tersebut penting agar waktu yang Tuhan berikan dapat digunakan untuk menghasilkan kehidupan yang baik dan tidak dikuasai oleh dorongan hati yang tidak terarah.
“Alasan kita harus mewaspadai hati adalah karena kehidupan kita terlebih dahulu berasal dari hati. Karena itu, generasi di mana kita berada harus menjaga hati, sebab bukan hanya perkataan dan perbuatan yang perlu diperhatikan, tetapi terlebih dahulu hati kita,” ujar Melky, menegaskan. (ST)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....