Tahan Amarah, Kekuatan dan Kebijaksanaan Seorang Muslim

  • 28 Agt 2026 05:56 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Ustad Usman Aidil Wandan mengingatkan umat Islam pentingnya menahan amarah dan mengendalikan emosi dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, kemampuan mengendalikan amarah merupakan salah satu bentuk kekuatan dan kebijaksanaan seorang Muslim.

“Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal dia mampu untuk meluapkannya, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya memilih bidadari mana saja yang ia kehendaki, Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud nomor 4777,” kata Ustad Usman Aidil Wandan, Jumat 28 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, seseorang yang mampu mengendalikan emosi ketika berada dalam situasi sulit menunjukkan kualitas dirinya dalam menghadapi persoalan. Sikap tersebut dinilai lebih baik dibandingkan melampiaskan kemarahan yang dapat menimbulkan persoalan baru.

“Di saat ada orang yang mampu mengendalikan amarah walaupun dalam posisi yang salah, di saat itulah dia dinyatakan orang yang kuat dan bijak. Pengendalian diri menjadi bagian penting dalam membangun sikap seorang Muslim ketika menghadapi perbedaan dan masalahm” ujar Ustad Usman,.

Ustad Usman juga mengingatkan adanya tuntunan dari Nabi Muhammad SAW yang dapat dilakukan ketika emosi mulai memuncak. Langkah tersebut antara lain membaca ta'awuz, diam, menjaga lisan, mengubah posisi tubuh, dan berwudu.

“Ada sunnah yang diajarkan oleh Muhammad SAW, yakni jika emosi memuncak, lakukan langkah berikut: bacalah ta'awuz, ‘A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim. Setelah itu, seseorang dianjurkan untuk diam dan tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak bermanfaat maupun menyakitkan,” ungkap Ustad Usman.

Menjaga lisan menjadi bagian penting dalam mengendalikan amarah karena ucapan yang keluar saat emosi dapat melukai perasaan orang lain. Karena itu, seseorang perlu menahan diri agar kemarahan tidak berkembang menjadi pertengkaran atau persoalan yang lebih besar.

“Selanjutnya ubah posisi tubuh kita, kalau sedang berdiri duduklah, kalau duduk masih marah berbaringlah. Jika tidak juga reda, maka berwudhulah,” ujar Ustad Usman.

Ia berharap umat Islam dapat menerapkan tuntunan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika menghadapi keadaan yang memancing emosi. Dengan menahan amarah, menjaga lisan, dan mengendalikan diri, seseorang dapat menghadapi persoalan dengan lebih tenang dan bijaksana.(ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....