BMKG: Sejumlah Wilayah NTT Alami Hari tanpa Hujan Ekstrem Lebih Dari 60 Hari

  • 20 Agt 2026 22:08 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Nusa Tenggara Timur mencatat sejumlah wilayah di NTT mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori ekstrem panjang lebih dari 60 hari. Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi, Rahmatulloh Adji.

Ia mengatakan berdasarkan monitoring HTH Dasarian II Agustus 2026 menunjukkan kondisi bervariasi di wilayah NTT. Sebagian wilayah mengalami HTH kategori menengah selama 11 hingga 20 hari, panjang 21 hingga 30 hari, hingga sangat panjang selama 31 sampai 60 hari.

“Wilayah yang telah mengalami HTH ekstrem panjang lebih dari 60 hari antara lain Kabupaten Ngada di sekitar Wolomeze dan Waepana. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Ende sekitar Detusoko serta Kabupaten Sikka di sekitar Stamet Maumere dan Waigete,” katanya di Kupang, Kamis, 20 Agustus 2026.

Ia menambahkan Kabupaten Lembata juga mencatat HTH lebih dari 60 hari di sekitar Hadakewa, Wulandoni dan Nagawutung. Kondisi tersebut juga terpantau di Kabupaten Sumba Timur sekitar Malahar, Kananggar dan Rambangaru.

Di Kota Kupang, HTH ekstrem panjang tercatat di sejumlah wilayah, yakni sekitar Sikumana, Bakunase, Oepoi, Fatubena dan Pasir Panjang. Sementara di Kabupaten Kupang, kondisi tersebut terpantau di sekitar Lelobama, Hueknutu, Baumata, Naitae dan Tuakau.

“Hari Tanpa Hujan ekstrem panjang juga terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sekitar Oebelo. Sementara di Kabupaten Belu, kondisi tersebut terpantau di sekitar Atambua, Umarese, Fatulotu dan Wedomu,” jelasnya.

BMKG juga mencatat analisis curah hujan Dasarian II Agustus 2026 di wilayah NTT secara keseluruhan berada pada kategori rendah. Curah hujan pada periode tersebut tercatat berada pada kisaran nol hingga 50 milimeter per dasarian.

“Kondisi Hari Tanpa Hujan yang panjang dan curah hujan rendah perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber daya air. Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air, serta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim dari BMKG,” imbaunya.

BMKG mengingatkan kondisi cuaca dan iklim bersifat dinamis sehingga perkembangan Hari Tanpa Hujan dan curah hujan akan terus dipantau. Informasi terbaru diperlukan sebagai dasar bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengantisipasi dampak kekeringan di NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....