GAMKI Peduli Flores Jangkau Desa Lenda, Beri Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa

  • 20 Agt 2026 09:02 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Di tengah derasnya bantuan pascagempa yang terus bergerak ke berbagai titik terdampak, masih ada warga yang menunggu uluran tangan. Di Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, penantian itu dirasakan warga Dusun Teni/Watepaku.

Melalui aksi “GAMKI Peduli Flores”, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nusa Tenggara Timur bersama DPC GAMKI Kabupaten Manggarai akhirnya menjangkau wilayah tersebut dan menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap pertama. Bantuan dihimpun secara swadaya dari pengurus dan kader GAMKI.

Penyaluran dilakukan langsung oleh Ketua DPC GAMKI Manggarai Jimmy Messakh, bersama Korda Manggarai Raya DPD GAMKI NTT Rivlan Angi serta jajaran pengurus GAMKI. Bukan sekadar membawa logistik, kedatangan GAMKI juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi warga dan memetakan kebutuhan di lapangan.

Berdasarkan asesmen awal GAMKI di dua titik di Desa Lenda, sekitar 60 kepala keluarga (KK) terdampak gempa. Sedikitnya 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga hancur.

GAMKI menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan temuan awal dan perlu disinkronkan dengan pendataan resmi pemerintah. Di tengah kondisi tersebut, warga mengaku sangat membutuhkan perhatian dan bantuan.

Salah seorang warga Dusun Teni/Watepaku, Damianus, mengatakan selama empat hari pascagempa, warga di wilayahnya belum mendapat kunjungan dan bantuan seperti yang mereka harapkan. “Sudah empat hari empat malam kami belum melihat ada pihak yang datang melihat langsung kondisi kami. Karena itu, kehadiran GAMKI membawa harapan bagi warga yang sedang mengalami musibah,” ujar Damianus.

Kesaksian warga tersebut menjadi perhatian GAMKI. Organisasi kepemudaan ini mendorong seluruh unsur penanganan bencana untuk kembali melakukan verifikasi lapangan agar tidak ada desa, dusun, maupun kelompok masyarakat terdampak yang luput dari pelayanan darurat.

Pada penyaluran tahap pertama, DPC GAMKI Manggarai membawa 250 kilogram beras, lima dus mi instan, enam rak telur, serta satu jeriken minyak goreng. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan mendesak warga sembari kebutuhan lain dipetakan.

GAMKI Peduli Flores menyalurkan bantuan ke Desa Lenda. (Foto: Istimewa)

Ketua DPC GAMKI Manggarai Jimmy Messakh menegaskan bahwa aksi kemanusiaan GAMKI tidak berhenti pada penyaluran logistik. “Kami datang untuk menyatakan bahwa saudara-saudara kita tidak sendiri. Tetapi kami juga ingin memastikan informasi dari lokasi seperti Desa Lenda ini diketahui pemerintah dan para pihak, sehingga distribusi bantuan tidak terkonsentrasi pada titik-titik tertentu saja. Bantuan harus menjangkau sampai kepada warga yang paling jauh dan paling membutuhkan,” kata Jimmy. Menurutnya, bantuan harus bergerak hingga ke wilayah yang jauh dari pusat keramaian dan sulit dijangkau.

Hasil pemantauan GAMKI menunjukkan kebutuhan warga Desa Lenda masih cukup besar. Selain bahan pangan, warga membutuhkan susu dan makanan pendamping bayi/balita, tikar dan perlengkapan tidur, tenda atau terpal darurat, penerangan, serta kebutuhan dasar keluarga lainnya.

Karena itu, GAMKI NTT akan terus mengonsolidasikan gerakan GAMKI Peduli Flores melalui enam DPC di kawasan Flores–Lembata, yakni Manggarai, Nagekeo, Sikka, Ende, Flores Timur, dan Lembata. Jaringan tersebut akan membantu pemetaan kebutuhan sekaligus mendukung respons kemanusiaan sesuai kondisi di masing-masing wilayah.

GAMKI NTT juga mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten, BPBD, lembaga kemanusiaan, gereja, serta berbagai unsur masyarakat memperkuat koordinasi dan pemerataan distribusi bantuan berbasis data serta kebutuhan nyata di lapangan. Terutama, perhatian diminta diberikan kepada desa dan dusun yang berada jauh dari pusat pelayanan dan memiliki akses sulit.

Bagi GAMKI, keberhasilan penanganan bencana tidak cukup diukur dari banyaknya bantuan yang terkumpul atau jumlah logistik yang telah dibagikan. Ukuran terpenting adalah apakah warga yang paling jauh, paling rentan, dan belum terjangkau akhirnya mendapatkan pertolongan yang mereka butuhkan. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....