Rotary Perkuat Respons Bencana dan Kesiapsiagaan Masyarakat di NTT

  • 19 Agt 2026 15:05 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Rotary Club Kupang Sentral memperkuat respons bencana melalui asesmen kebutuhan cepat, koordinasi lintas lembaga, serta penyaluran bantuan dasar. Tim Tanggap Bencana Rotary Distrik 3420, Ratna Pangkapodang mengatakan, Rotary memiliki tim khusus untuk merespons berbagai bencana secara cepat.

“Rotary sangat cepat. Hampir semua bencana di Indonesia, terutama yang besar, maupun bencana nasional, Rotary ada di sana,” ujar Ratna. Menurutnya, Disaster Response Team bekerja di bawah koordinasi distrik Rotary dan melibatkan anggota yang berada dekat wilayah terdampak.

Dalam menjalankan respons bencana, Rotary melakukan pengumpulan informasi melalui pemerintah daerah, BPBD, BMKG, PMI, serta berbagai pihak terkait. Ratna menjelaskan, bantuan yang diberikan tersebut berdasarkan data lapangan, bukan asumsi melalui Rapid Needs Assessment untuk menentukan kebutuhan prioritas.

Ratna menambahkan, kebutuhan masyarakat terdampak bencana dapat berubah sesuai tahapan penanganan dan perkembangan kondisi lapangan. “Kebutuhan di tempat bencana atau pengungsian itu juga berubah seiring waktu, sehingga waktu pengiriman menjadi pertimbangan penting,” katanya.

Terkait gempa Flores sejak 15 Agustus, Rotary bersama sejumlah klub telah melakukan pengiriman bantuan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. “Untuk saat ini sudah pengiriman sudah dilakukan,” kata Ratna, menyebut bantuan berupa telur, mi, dan obat-obatan.

Selain respons darurat, Rotary Kupang Sentral juga menjalankan pelatihan tanggap bencana dan pertolongan pertama secara berkala. “Kita memberikan pelatihan tanggap bencana secara regular kepada masyarakat umum maupun terutama kepada pelajar,” ujar Ratna.

Ratna juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat melalui pemetaan risiko, simulasi bencana, edukasi, serta penguatan komunikasi. “Saya juga mengajak masyarakat itu tidak menunggu bencana terjadi, mari mempersiapkan keluarga, melatih relawan, menjaga lingkungan, mengenali risiko,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan pemerintah, organisasi, relawan, generasi muda, dan masyarakat secara bersama-sama. “Ketika pemerintah, organisasi dunia semua, relawan, kreasi muda dan masyarakat bergerak bersama maka itu akan menjadikan kita menjadi masyarakat yang lebih tangguh,” ujar Ratna, mengakhiri. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....