Kodam IX/Udayana Gerak Cepat Tangani Gempa NTT
- 15 Agt 2026 15:28 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang — Kodam IX/Udayana memperkuat respons tanggap darurat pascagempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) dini hari. Prajurit TNI dari sejumlah satuan kewilayahan dikerahkan untuk membantu evakuasi, pelayanan warga, hingga mendukung penanganan di lokasi terdampak.
Gempa berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dan sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah NTT.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, Kodam IX/Udayana segera menginstruksikan jajaran TNI di wilayah NTT untuk bergerak membantu masyarakat setelah gempa terjadi.
Menurut Amrizal, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Personel TNI diarahkan untuk membantu warga menuju lokasi aman, memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan, serta mendukung pemerintah daerah dalam penanganan kondisi pascabencana.
Respons Kodam IX/Udayana diperkuat melalui keterlibatan Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, dan Yonif Teritorial Pembangunan 834/WM.
Personel dari satuan tersebut berada di tengah masyarakat untuk membantu proses evakuasi, mendukung pos-pos pengungsian, memberikan bantuan kesehatan, serta mengarahkan warga ke lokasi yang lebih aman.
Kodam Fokus Keselamatan Warga
Kapendam IX/Udayana menegaskan, pengerahan prajurit merupakan bagian dari tugas kemanusiaan TNI dalam menghadapi situasi darurat bencana.
“Prajurit TNI tidak hanya bertugas dalam konteks pertahanan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tegas Amrizal.
Selain pengerahan personel, Kodam IX/Udayana terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD dan unsur terkait guna memastikan perkembangan situasi serta kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.
Pendataan Dampak Masih Berlangsung
Kodam IX/Udayana menyebut pendataan terhadap dampak gempa, termasuk kemungkinan korban dan kerusakan material, masih dilakukan di lapangan.
Data tersebut masih harus diverifikasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait sebelum disampaikan kepada publik. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.
Sementara itu, BMKG telah menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut berakhir. Kendati demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan resmi dari BMKG, BPBD, pemerintah daerah serta aparat keamanan.
Kodam IX/Udayana memastikan kesiapsiagaan personel di wilayah NTT tetap dipertahankan. Prajurit juga disiapkan untuk memberikan bantuan tambahan apabila situasi di lapangan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Fokus Kodam IX/Udayana saat ini adalah memastikan keselamatan warga, mempercepat respons evakuasi, mendukung penanganan pengungsian, serta menjaga kesiapsiagaan menghadapi perkembangan situasi pascagempa. (As-JA/Pendim-kupang)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....