Kupang Hadapi Darurat Sampah Butuh Kolaborasi Semua Pihak Sekarang

  • 31 Jul 2026 08:30 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Persoalan sampah masih menjadi masalah lingkungan paling mendesak di Kota Kupang. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya dipicu rendahnya kesadaran masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pengelolaan sampah.

Kepala Divisi Advokasi Sahabat Alam NTT, Febrianto Bintara, dalam dialog Tamu Malam RRI Pro 2 Kupang, Rabu 29 Juli 2026, mengatakan pemerintah perlu memperkuat penyediaan tempat sampah, sistem pengelolaan, serta edukasi kepada masyarakat. Di sisi lain, perusahaan sebagai penghasil kemasan plastik juga harus bertanggung jawab atas limbah yang dihasilkan.

Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah hanya dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, perusahaan, media, dan masyarakat. Setiap pihak memiliki peran berbeda namun saling melengkapi dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Kalau kita sudah punya fasilitas yang memadai dan masyarakat masih membuang sampah sembarangan, silakan marahi masyarakat. Tapi sekarang untuk menemukan tempat sampah saja sulit," kata Febri.

Ia mengajak masyarakat mulai membangun kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi barang sekali pakai, dan menjaga lingkungan sekitar agar Kota Kupang menjadi ibu kota provinsi yang lebih bersih. (HM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....