Media Sosial Belum Cukup Ubah Kepedulian Lingkungan Anak Muda

  • 31 Jul 2026 08:40 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kampanye peduli lingkungan di media sosial dinilai mampu meningkatkan pengetahuan generasi muda, namun belum cukup efektif mengubah perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikan Kepala Divisi Advokasi Sahabat Alam NTT, Febrianto Bintara, dalam dialog Tamu Malam RRI Pro 2 Kupang, Rabu 29 Juli 2026.

Menurut Febri, media sosial menjadi sarana penyebaran informasi yang cepat, terutama bagi kalangan Gen Z yang banyak menghabiskan waktu di dunia digital. Namun, perubahan perilaku tetap membutuhkan keterlibatan langsung melalui aksi nyata di lingkungan sekitar.

Ia menilai budaya mengikuti tren atau FOMO dapat diarahkan menjadi sesuatu yang positif apabila diiringi tindakan konkret, seperti membersihkan lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kampanye digital, kata dia, harus menjadi pintu masuk menuju gerakan nyata di lapangan.

"Media sosial cukup bagus untuk menyebarluaskan informasi, namun dia tidak cukup proper untuk bisa mengubah kesadaran masyarakat. Kita perlu menambahkan aksi-aksi nyata," ujar Febri.

Ia berharap semakin banyak anak muda yang memanfaatkan media sosial bukan hanya untuk membangun citra peduli lingkungan, tetapi juga mengajak orang lain melakukan aksi sederhana yang berdampak bagi kelestarian alam. (HM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....