Cek Kesehatan Gratis Kota Kupang Capai 74 Ribu Jiwa
- 29 Jul 2026 12:29 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Kupang terus digenjot sebagai upaya pemerintah mendeteksi berbagai risiko penyakit sejak dini. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Shinta R. D. Ndaumanu, M.Kes menyampaikan bahwa hingga 27 Juli 2026, sebanyak 74.017 masyarakat telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis melalui fasilitas kesehatan pemerintah.
Dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang (Selasa, 28/7/2026) drg. Shinta menjelaskan, Cek Kesehatan Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang mulai diluncurkan pada 10 Februari 2025. Awalnya, layanan ini diberikan sebagai hadiah ulang tahun bagi masyarakat, namun dalam perkembangannya pemerintah memperluas akses sehingga seluruh warga negara Indonesia yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dapat memanfaatkan layanan tersebut satu kali dalam setahun.
“Pemeriksaan kesehatan gratis itu merupakan hak semua warga negara Republik Indonesia yang bertempat tinggal di Indonesia dan wajib memiliki NIK. Semua dilakukan berbasis aplikasi agar data pemeriksaan dapat tercatat dengan baik,” ujar drg. Shinta.
Ia mengatakan, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan milik pemerintah tanpa harus melihat lokasi tempat tinggal maupun fasilitas kesehatan tempat peserta terdaftar. Di Kota Kupang, layanan CKG telah tersedia di 12 Puskesmas dan juga mulai diperluas ke klinik milik TNI/Polri. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan siklus hidup, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak sekolah, dewasa hingga lanjut usia.
Menurut drg. Shinta, capaian 74.017 jiwa tersebut mencakup pemeriksaan masyarakat umum maupun pemeriksaan yang dilakukan di sekolah-sekolah. Namun, angka tersebut masih perlu ditingkatkan karena target pemerintah untuk tahun 2026 adalah 46 persen dari total penduduk Kota Kupang harus mendapatkan layanan CKG. Saat ini capaian Kota Kupang berada pada angka sekitar 18,12 persen sehingga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
drg. Shinta juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan proses pemeriksaan karena layanan CKG memiliki alur tersendiri dan tidak bercampur dengan antrean pasien yang sedang berobat. Pemeriksaan dilakukan sesuai paket berdasarkan kelompok usia, seperti pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, riwayat diabetes, hipertensi, pemeriksaan mata, telinga, gigi, serta pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan faktor risiko kesehatan.
Ia mengingatkan masyarakat bahwa pola penyakit saat ini telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya penyakit menular menjadi perhatian utama, kini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan kanker semakin banyak ditemukan. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting agar penyakit dapat dicegah dan ditangani lebih cepat.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalau kita mengetahui sejak awal, kita bisa melakukan pencegahan dan pengobatan lebih cepat. Pemerintah sudah menyiapkan fasilitasnya, masyarakat hanya perlu mau memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis,” kata drg. Shinta.
Ia mengajak seluruh warga Kota Kupang untuk datang ke 12 Puskesmas maupun fasilitas kesehatan pemerintah lainnya untuk melakukan pemeriksaan. Menurutnya, kesehatan merupakan investasi agar masyarakat tetap produktif dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar. “Kalau kita sehat, kita bisa berkarya dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita,” tutup drg. Shinta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....