Pemprov NTT Targetkan Produksi Beras 1,18 Juta Ton pada 2026
- 23 Jul 2026 06:39 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan produksi beras mencapai sekitar 1,18 juta ton pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional. Target tersebut didukung melalui penerapan pertanian modern dan peningkatan produktivitas di sentra-sentra produksi padi.
“Keberhasilan sektor pertanian NTT sebelumnya juga mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Pada tahun 2025, NTT menerima apresiasi sebagai salah satu dari lima provinsi dengan produksi beras tertinggi di Indonesia,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Yohanes Jhon Dacosta saat berbincang di RRI Kupang, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia menambahkan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan yang terus mendorong peningkatan produksi pangan. Kolaborasi itu diharapkan terus berlanjut untuk mempertahankan tren positif pada tahun 2026.
“Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mengembangkan program Agriculture Modern atau pertanian modern. Program ini tetap mengedepankan penerapan panca usaha tani serta perluasan areal tanam melalui ekstensifikasi di kawasan-kawasan sentra produksi,” katanya.
Pada tahun 2026, Jhon mengatakan luas tanam padi di NTT ditargetkan mencapai 273.800 hektare, dengan luas panen sekitar 269.074 hektare.
“Selain peningkatan produksi, pemerintah juga memastikan kepastian harga bagi petani melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram gabah. Kebijakan ini diharapkan dapat melindungi petani dari penurunan harga saat musim panen,” ujarnya.
Pemerintah bersama Perum Bulog terus memperkuat penyerapan gabah langsung dari petani agar hasil panen terserap secara optimal. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagaimana menjadi program prioritas pemerintah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....