Revitalisasi Sekolah Berdampak: Hadirkan Pendidikan Aman, Nyaman, Berkualitas
- 22 Jul 2026 18:25 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Program revitalisasi dinilai sangat berdampak meningkatkan kualitas dan kenyamanan layanan pendidikan, karena memberikan keamanan akses dan kesejahteraan, serta memastikan masyarakat mendapatkan fasilitas layanan dasar yang lebih layak dan mudah diakses. Dampak positif revitalisasi pendidikan diungkapkan jajaran UPTD SD Inpres Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Siswi Kelas 6 C SD Inpres Naimata, Kota Kupang, Adiba Shakila Ramadani saat diwawancara awak media, Selasa, 21 Juli 2026 di sela-sela peninjauan capaian program revitalisasi Kemendikdsamen dan Komdigi, mengungkapkan rasa bangganya. Ia mengaku senang dengan program revitalisasi sekolah yang dilaksanakan Pemerintah Presiden-Wakil Presiden RI Prabowo-Gibran.
Menurutnya, program tersebut sangat berdampak. Ia mengaku, saat ini para siswa sangat menikmati program revitalisasi pendidikan di lingkungan SDI Naimata, Kota Kupang.
Adiba menyampaikan, lasimnya mereka harus bergantian jam belajar antara kelas pada pagi dan siang. Akan tetapi setelah penambahan 17 ruang rombongan belajar bantuan revitalisasi pemerintah pusat dan pemerintah Kota Kupang melalui APBD, proses belajar mengajar saat ini sudah berlajan lebih aman dan nyaman, karena hanya berjalan satu shif saja yakni pagi hingga siang.
“Menurut saya, ini sangat berdampak untuk siswa karena membuat siswa lebih rajin belajar, karena semua ini sudah terbangun dan fasilitas sudah mulai tercukupi dan kami bisa belajar dengan aman sekarang ini. Karena rasanya memasuki tiga shif itu terasa cape sekali, dan Alhamdulillah sekarang kita sudah dibangun sekolahnya dan sudah mulai diterapkan satu shif jam belajar saja,” kata Adiba Shakila Ramadani.
“Dulu kita itu masuk siang dan pulangnya sore, serta kadang-kadang hampir sampai jam enam sore. Nah itukan banyak anak-anak yang mengikuti les di jam-jam sore jadi anak-anak itu semua tidak mendapatkan istirahat, dan Alhamdulillah sekarang sudah aman dan kami hanya satu shif saja jam sekolahnya,” ucap Adiba.

Guru SD Inpres Naimata, Kota Kupang, Jekson S.V. Haga kepada RRI juga mengaku bangga menerima program revitalisasi pendidikan. Menurutnya, Program Presiden Prabowo tersebut sangat membantu mereka di SD Inpres Naimata bisa keluar dari rasa tidak nyama mendidik anak-anak yang harus belajar hingga sore hari dan tidak dapat menjalankan ekstra kokulikuler di sekolah akibat masih menerapkan sistem shif pembelajaran pagi dan siang.
“Kami sangat senang sekali karena dengan adanya dana revitalisasi pendidikan kami mendapatkan gedung yang baru bersama dengan meubelernya, dan juga ini berdampak pada layanan pendidikan di sekolah kami. Kami semakin bersemangat karena sebelum kami mendapatkan revitalisasi pendidikan, kami ada tiga shif tetapi sekarang tinggal satu shif dan semuanya masuk pagi sehingga layanan pendidikan semakin lebih kondusif dan maksimal,” ujar Jekson.
Kepala SD Inpres Naimata, Kota Kupang Martinus Klau kepada RRI menuturkan, hasil terbaik program revitalisasi pendidikan yang mereka dapatkan sangat membantu pihak sekolah membagi waktu baik jam mengajar guru-guru maupun jam belajar siswa hanya pagi hingga siang. Sementara waktu tersesinya dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran ekstra kokulikuler.
“Seperti anak-anak tadi memberi testimony bahwa mereka tidak bisa tidur siang tidak bisa bermain sore karena yang masuk siang jam 12 bahkan setengah satu itu pulangnya jam lima sore dan pulangnya jalan kaki sehingga tiba di rumah itu sudah magrib. Tetapi sekarang ruangannya sudah memenuhi sehingga kegiatan pembelajaran itu berjalan lancar karena guru juga tidak harus tukar jam karena ada mata pembelajaran yang disiapkan untuk mengajar sore,” kata Kepsek Martinus kepada RRI.
“Tapi puji Tuhan sekarang semuanya sudah berjalan aman dan lancar, serta nyaman. Jadi pembelajaran hanya sampai jam satu siang dan anak-anak pulang dengan aman, dan mereka bisa istirahat, dan sorenya mereka bisa bermain dan membantu orang lain,” katanya lagi.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo, karena melalui program revitalisasi pendidikan, anak-anak didik di SD Inpres Naimata sudah bisa mengikuti kegiatan ekstra kokulikuler di luar jam belajar. Ia berharap, program ini terus mereka dapatkan agar anak-anak semakin lebih nyaman belajar terutama pagar lingkungan sekolah yang belum ada.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji kepada RRI mengatakan bahwa, program revitalisasi Presiden Prabowo sangat membantu satuan-satuan pendidikan yakni gedung dan fasilitas penunjang. Menurutnya, terbangunnya gedung sekolah yang memadai, aman, dan nyaman, akan membangun sebuah mimpi dan harapan besar generasi anak bangsa meraih cita-citanya.
“Keadaan ruang-ruang kelas yang sudah diperbaiki atau sudah direvitalisasi, di situlah akan mulai muncul mimpi-mimpi besar untuk Kota Kupang ini. Nah khusus untuk SD Inpres Naimata ini sangat menarik karena tidak saja program revitalisasi yang masuk kesini tetapi ada keterlibatan aktiv orang tua siswa melalui komite sekolah,” kata Ernest.

Direktur Ekosistem Media, Ditjen KPM Kementerian Komunikasi Digital RI, Farida Dewi Maharani menyampaikan, revitalisasi merupakan Program Hasil Terbaik Cepat, PHTC pemerintah yang berfokus pada Perbaikan fisik sekolah mulai dari jenjang PAUD hingga SLTA, pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi kerusakan dan penyediaan fasilitas sanitasi layak yakni MCK. Revitalisasi dapat mendukung Peningkatan Kualitas dan Kenyamanan satuan pendidikan berupa sarana dan prasarana seperti gedung, toilet, dan area bermain, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung produktivitas. Kementerian yang bertanggung jawab penuh terhadap Program Revitalisasi Satuan Pendidikan atau Revitalisasi Pendidikan, adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasmen Republik Indonesia. (at)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....