Gerakan Kunjungan Kasih Sumba Tebar Kepedulian Lansia 1 Abad hingga Sumatra Utara

  • 09 Jul 2026 13:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Gerakan sosial Kasih yang berasal dari Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali melebarkan sayap aksi kemanusiaannya hingga ke Pulau Samosir, Sumatera Utara. Melalui program bertajuk #7Kasih, gerakan ini menyambangi salah satu kawasan yang disakralkan dalam tradisi Batak.

Kepada RRI Kupang pada Kamis, 9 Juli 2026, aksi peduli tersebut menyasar seorang lansia bernama Oppung Sagala yang kini telah berusia lebih dari 100 tahun. Perjalanan kemanusiaan ini diinisiasi langsung oleh pendiri Gerakan #Kasih, Juniardo Hose Manullang, bersama adiknya, Agustinus Manullang, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Mereka mendatangi kediaman Oppung Sagala yang terletak di Sianjur Mula Mula, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Wilayah ini dipilih secara khusus karena diyakini oleh masyarakat setempat sebagai tanah asal-usul leluhur orang Batak.

Misi utama dari kunjungan ini adalah untuk menyalurkan bantuan sosial sekaligus memberikan perhatian kepada lansia yang membutuhkan. Selain menyerahkan donasi, kakak beradik tersebut memanfaatkan momen ini untuk bercengkerama dan mendengarkan petuah hidup langsung dari Oppung Sagala.

Bagi mereka, program ini merupakan bentuk pemanfaatan waktu cuti di perantauan untuk pulang dan membawa dampak positif bagi tanah kelahiran. Menariknya, pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diwarnai dengan momen salah paham yang menggelitik.

Oppung Sagala sempat mengira bahwa rombongan anak muda yang datang ke rumahnya merupakan perwakilan resmi dari pihak pemerintah. Juniardo kemudian meluruskan bahwa kehadiran mereka murni bergerak atas nama kemanusiaan melalui gerakan sosial, bukan sebagai utusan instansi negara.

“Sebagai seorang perantau, saya percaya bahwa pulang bukan hanya tentang bertemu keluarga,” ujar Juniardo Hose Manullang selaku Inisiator Gerakan #Kasih. “Pulang juga menjadi kesempatan untuk mengingat tanah leluhur dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” ujarnya, seraya menambahkan esensi dari perjalanan tersebut.

Kondisi tempat tinggal Oppung Sagala juga menjadi sorotan unik dalam aksi sosial ini. Lansia berumur satu abad tersebut hingga kini masih bertahan di sebuah rumah tradisional Batak kuno yang dindingnya terbuat dari campuran tanah liat dan sekam padi.

Rumah warisan arsitektur yang ikonik itu dilaporkan telah berdiri kokoh selama ratusan tahun dan menjadi bagian dari saksi sejarah kawasan Sianjur Mula Mula. Dengan suksesnya agenda di Samosir ini, Gerakan #Kasih membuktikan bahwa jarak geografis dari Sumba Timur hingga Sumatera Utara bukanlah pembatas untuk saling berbagi.

Setelah merampungkan program #7Kasih, pihak manajemen gerakan kini langsung bergerak cepat mempersiapkan program berikutnya, yaitu #8Kasih. Program lanjutan tersebut dirancang untuk terus menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di berbagai pelosok Indonesia. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....