Gubernur Melki Laka Lena Dorong Provinsi NTT Net Zero Emission 2050
- 02 Jul 2026 06:59 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena hadiri acara Kickoff Meeting : Studi Roadmap Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan Nusa Tenggara Timur Menuju Net Zero Emission 2050 yang diselenggarakan Institute For Essential Service Reform (IESR) pada Selasa, 30 Juni 2026, di Hotel Aston Kupang. Manager Program NTT NZE 2025 IESR, Muhammad Maghribul Falah dalam laporannya menyebutkan bahwa NTT merupakan daerah dengan potensi EBT yang sangat besar.
"Berdasarkan berbagai kajian yang di lakukan oleh IESR, NTT merupakan daerah dengan potensi EBT yang sangat besar. Untuk potensi tenaga surya yaitu lebih dari 338 GWp, serta tenaga angin lebih dari 20 GW," ucapnya.
Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan Roadmap ini menjadi sangat penting dalam upaya mewujudkan target Net Zero Emission 2050. Sementara itu dalam sambutannya Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan perubahan iklim sudah menjadi hal yang lumrah terjadi di seluruh wilayah NTT.
Perubahan iklim ini tentunya sangat mempengaruhi berbagai bidang kehidupan. "Perubahan iklim telah menjadi tantangan global yang dampaknya semakin nyata kita rasakan, termasuk di seluruh wilayah NTT,” katanya.
“Kekeringan yang semakin panjang, perubahan pola musim, ancaman terhadap sektor pertanian, perikanan, ketahanan pangan, hingga meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi menjadi pengingat bahwa pembangunan ke depan harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan," ucapnya. Di sisi lain Gubernur Melki menyebutkan kebutuhan energi di Provinsi NTT terus mengalami kenaikan seiring dengan pembangunan dalam berbagai sektor.
"Di sisi lain, kebutuhan energi di NTT akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, pembangunan kawasan industri, pengembangan pariwisata, hilirisasi sumber daya alam, serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat," ucapnya. Ia juga menyebutkan kenaikan kebutuhan energi di Provinsi NTT merupakan suatu tantangan, bukan saja dalam memenuhi kebutuhan, tapi juga untuk menyediakan energi yang rendah karbon.
"Tantangan kita adalah memastikan bahwa peningkatan kebutuhan energi tersebut dapat dipenuhi melalui sistem ketenagalistrikan yang andal sekaligus rendah emisi karbon," katanya. Sejalan dengan hal tersebut Gubernur Melki mengungkapkan Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan visi NTT Net Zero Emission 2050 sebagai bagian dari komitmen mewujudkan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan NTT menuju Net Zero Emission 2050 menjadi sangat penting untuk mewujudkan visi dimaksud.
"Oleh karena itu, penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan NTT menuju Net Zero Emission 2050 menjadi sangat penting. Roadmap ini harus mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi eksisting, proyeksi kebutuhan listrik, potensi pengembangan energi terbarukan, berbagai skenario transisi yang memungkinkan, hingga strategi implementasi yang realistis sesuai dengan karakteristik geografis, sosial, dan ekonomi Nusa Tenggara Timur," katanya.
Gubernur Melki juga menyampaikan NTT merupakan daerah yang kaya akan potensi dan sumber penghasil listrik yang bersumber dari tenaga surya, air, angin, panas bumi. Salah satu daerah penghasil energi yaitu Pulau Sumba yang telah dikenal sebagai pelopor pengembangan Sumba Iconic Island, menunjukkan bahwa energi bersih dapat menjadi penggerak pembangunan melalui pemanfaatan tenaga surya, mikrohidro, biomassa, dan angin.
Keberhasilan tersebut ia katakan menjadi bukti bahwa wilayah kepulauan seperti NTT mampu menjadi laboratorium transisi energi di Indonesia. "Kekayaan potensi tersebut merupakan modal strategis yang harus dikelola secara optimal untuk membangun sistem ketenagalistrikan yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan,” ujarnya.
“Dengan memanfaatkan keunggulan sumber daya lokal NTT, tidak hanya dapat meningkatkan rasio pemanfaatan energi terbarukan dan memperluas akses listrik yang berkualitas hingga ke pulau-pulau kecil. Tetapi juga menciptakan peluang investasi hijau, membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, serta memperkuat ketahanan energi di wilayah kepulauan," tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Melki berpesan agar melalui kegiatan roadmap ini dapat menghasilkan acuan dalam kebijakan kelistrikan serta mendorong pembangunan hijau tangguh dan berkelanjutan. "Harapan kita, roadmap ini nantinya tidak hanya menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan sektor ketenagalistrikan, tetapi juga menjadi landasan dalam menarik investasi energi bersih, mempercepat pemanfaatan energi terbarukan, meningkatkan akses listrik yang berkualitas hingga ke pulau-pulau kecil, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah menuju pembangunan yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan," ujar Gubernur Melki. (CharlesGunawan/at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....