Bahasa Daerah NTT Dinilai sebagai Sumber Literasi
- 30 Jun 2026 12:22 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, R. Hery Budhiono menilai bahasa daerah merupakan sumber literasi yang menyimpan berbagai pengetahuan. Untuk itu, revitalisasi terus dilakukan sebagai upaya melestarikan salah satu warisan budaya leluhur dan memperkenalkan kepada generasi muda
“Kita memiliki satu kondisi linguistik yang sangat Istimewa. Ada 72 bahasa daerah di NTT dan itu adalah lumbung pengetahuan. Kami juga melaksanakan revitalisasi bahasa daerah yang salah satu muaranya adalah bagaimana kita memberikan dorongan kepada para penutur muda untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, R. Hery Budhiono kepada RRI Kupang, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Hery Budhiono, upaya pelestarian juga dilakukan melalui penulisan buku cerita dwi bahasa bagi setiap penulis di NTT. Dikatakan program tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran kepada anak-anak dan generasi muda sehingga penggunaannya tetap terjaga.
“Muara yang kita tuju adalah bagaimana kita menciptakan buku-buku pemerkaya literasi yang berasal dari bahasa daerah. Jadi setiap tahun, sejak 2019 kami memproduksi sekian puluh judul pemerkaya literasi yang bentuknya adalah buku cerita anak dwi bahasa,” ucap Hery Budhiono.
Hery menjelaskan bahwa hingga saat ini sebanyak 42,3 juta eksemplar buku telah dicetak dan didistribusikan ke sekolah-sekolah di Indonesia. Menurutnya buku-buku tersebut akan menjadi koleksi tetap perpustakaan sekolah sebagai bahan bacaan pendamping selain buku pelajaran
“Buku inilah yang akan dijadikan penghuni tetap perpustakaan selain buku paket Pelajaran yang nanti bisa dibaca oleh para siswa disela-sela jam istirahat atau sebelum Pelajaran dimulai,” kata Hery Budhiono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....