Potensi Jagung Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa Oemolo
- 27 Jun 2026 12:24 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Desa Oemolo di Kabupaten Kupang terus mengoptimalkan potensi sektor pertanian dan peternakan sebagai penggerak utama perekonomian masyarakat. Jagung menjadi komoditas unggulan yang didukung melalui program ketahanan pangan desa, sementara peternakan sapi, babi, dan kambing turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan warga.
Pemerintah desa juga berupaya memperkuat pemasaran hasil produksi agar nilai ekonomi yang diterima petani semakin meningkat. Kepala Desa Oemolo, Cornelis H. Babys, S.IP. dalam Program Suara Nusantara di Pro 1 RRI Kupang, Rabu, 24 Juni 2026 mengatakan sekitar 80 persen masyarakat berprofesi sebagai petani dengan jagung sebagai komoditas utama.
Menurutnya, setiap tahun produksi jagung mencapai ratusan ton dan dipasarkan ke Kota Kupang. Setiap petani rata-rata mampu menghasilkan panen sekitar 5 hingga 10 ton jagung, sedangkan komoditas hortikultura juga dipasarkan secara rutin ke pasar-pasar di Kota Kupang.
Selain pertanian, sektor peternakan juga menjadi sumber penghasilan penting bagi masyarakat. Cornelis menjelaskan banyak warga memelihara sapi, kambing, dan babi sebagai tabungan sekaligus sumber biaya pendidikan anak.
Pemerintah desa turut mengalokasikan dana ketahanan pangan untuk mendukung pengembangan peternakan sapi, sementara pendampingan teknis serta vaksinasi diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kupang. Meski memiliki produksi yang besar, pemasaran hasil panen masih menjadi tantangan utama. Cornelis mengungkapkan kondisi jalan dan keterbatasan transportasi menyebabkan biaya distribusi meningkat sehingga harga jual jagung di tingkat petani menjadi lebih rendah dibandingkan harga di Kota Kupang.
Jika harga jagung di kota mencapai sekitar Rp6.000 per kilogram, petani kerap hanya menerima Rp4.000 hingga Rp4.500 per kilogram karena tingginya ongkos angkut. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Desa Oemolo menaruh harapan besar pada keberadaan Koperasi Desa Merah Putih.
Cornelis mengatakan aktivitas koperasi telah berjalan meski gedungnya masih dalam tahap penyelesaian sekitar 75 persen. Selama proses pembangunan berlangsung, operasional koperasi masih memanfaatkan kantor desa sebagai pusat kegiatan sebelum nantinya menjadi tempat penampungan sekaligus pemasaran hasil pertanian masyarakat.
Pemerintah desa juga mulai mendorong hilirisasi hasil pertanian agar masyarakat tidak hanya menjual jagung dalam bentuk bahan mentah. Cornelis menyebut salah satu inovasi yang telah dikembangkan adalah produk olahan berupa jagung bunga.
Selain itu, potensi lain seperti tenun ikat dan asam terus dikembangkan melalui kelompok PKK dan pemanfaatan lahan masyarakat sebagai tambahan sumber pendapatan keluarga. Ke depan, Pemerintah Desa Oemolo berkomitmen meningkatkan alokasi anggaran ketahanan pangan melalui musyawarah desa apabila program yang berjalan menunjukkan hasil positif.
Cornelis berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat membantu memperkuat akses pemasaran hasil pertanian dan peternakan. Menurutnya, apabila Koperasi Desa Merah Putih dapat beroperasi secara optimal, hasil produksi masyarakat akan lebih mudah dipasarkan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan warga Desa Oemolo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....