Disperindag NTT Koordinasi Pantau Harga dan Inflasi
- 26 Jun 2026 00:19 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memantau perkembangan harga barang dan gas LPG setiap hari melalui pengawasan pasar serta rapat koordinasi rutin setiap Senin. Rapat dilakukan bersama para pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di NTT.
Kepala Disperindag NTT, Zet Sony Libing, mengatakan pemerintah tidak ingin ada pedagang yang menaikkan harga LPG secara tidak wajar. Menurutnya, rantai distribusi dari agen hingga pengecer harus tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
"Jangan sampai para pedagang suka-suka menaikkan harga gas LPG. Karena dari pelanggan, dari agen menuju sampai eceran itu tidak boleh terlampau diambil harga terlalu tinggi," katanya di Pro1 RRI Kupang, Selasa 23 Juni 2026.
Untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali, Disperindag NTT melakukan inspeksi mendadak atau sidak secara rutin setiap pekan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau harga barang kebutuhan masyarakat sekaligus mengawasi distribusi komoditas penting.
Selain memeriksa harga, pemerintah juga berupaya menjaga kelancaran pemasaran hasil produksi masyarakat. Langkah itu dilakukan agar komoditas dari sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dapat terserap pasar dengan baik.
"Kita setiap minggu melakukan sidak pasar. Pemerintah melakukan sidak pasar untuk memantau harga barang," ujar Zet Sony Libing.
Ia menjelaskan, pemerintah juga menggelar rapat koordinasi setiap Senin bersama berbagai pemangku kepentingan. Forum tersebut menjadi sarana untuk mengevaluasi perkembangan harga dan kondisi inflasi di daerah.
Menurutnya, pengendalian inflasi menjadi perhatian penting karena berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga di pasar.
"Kami setiap Senin juga melakukan rapat bersama berbagai stakeholders untuk memantau inflasi. Karena ini juga jangan sampai terjadi inflasi, kita tetap menjaga inflasi," katanya. (ST)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....