UKBI Perkuat Kompetensi Pegiat Literasi NTT

  • 15 Jun 2026 11:52 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Upaya memperkuat kualitas gerakan literasi di Nusa Tenggara Timur terus didorong melalui peningkatan kompetensi kebahasaan para penggeraknya. Sebanyak 40 pegiat literasi dari berbagai kabupaten dan kota di NTT mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka bersertifikat nasional yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTT.

Pelaksanaan UKBI menjadi bagian dari rangkaian hari terakhir kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi Tahun 2026 yang berlangsung di Aula LPMP NTT pada 3–5 Juni 2026.

Ketua Panitia, Zuddi Ichwan, mengatakan UKBI merupakan instrumen resmi yang digunakan untuk mengukur tingkat kemahiran berbahasa Indonesia secara objektif berdasarkan standar nasional. Menurutnya, kemampuan berbahasa yang baik menjadi fondasi penting bagi para pegiat literasi dalam membangun budaya membaca dan menulis di masyarakat.

“Pegiat literasi tidak hanya dituntut aktif menggerakkan masyarakat untuk membaca dan menulis, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan terukur,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat antusiasme peserta. Salah satunya Goris Takene yang mengaku baru pertama kali mengikuti tes kemahiran berbahasa Indonesia bersertifikat nasional. Menurut Goris, UKBI memberikan pengalaman baru sekaligus tantangan tersendiri karena menguji berbagai aspek kemampuan berbahasa, mulai dari kosakata, tata bahasa, kemampuan membaca hingga menulis.

“Ini pengalaman baru bagi saya. Sistem tesnya hampir mirip TOEFL, tetapi menggunakan bahasa Indonesia. Ada beberapa bagian yang menguji pemahaman kosakata, tata bahasa, kemampuan membaca hingga menulis,” katanya.

Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Gading Taruna NTT itu berharap pengalaman mengikuti UKBI dapat meningkatkan penguasaan bahasa Indonesia dan memperkuat keterampilan literasi yang selama ini dikembangkan di tengah masyarakat.

Hal serupa disampaikan Rian Boimau dari TBM Cakrawala NTT. Ia menilai UKBI memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kemampuan penggunaan bahasa Indonesia, khususnya dalam situasi formal.

“Tes ini sangat bermanfaat karena menambah referensi dan pemahaman dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik, terutama ketika berada di lingkungan yang menuntut penggunaan bahasa formal,” ujarnya.

Melalui UKBI Adaptif Merdeka, para pegiat literasi di NTT diharapkan tidak hanya menjadi penggerak budaya baca, tetapi juga memiliki kompetensi berbahasa Indonesia yang terukur, profesional, dan diakui secara nasional. Penguatan kapasitas tersebut dinilai penting untuk mendukung lahirnya ekosistem literasi yang semakin berkualitas di daerah. (As)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....