Upaya Pembersihan Pesisir oleh PPA Bersifat Insidental
- 09 Jun 2026 07:12 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Penanggung Jawab Kemitraan Pusat Pengembangan Anak (PPA) Bet'el Oesapa Tengah, Pendeta Nicodemus Lepat, menegaskan bahwa upaya pembersihan pesisir yang dilakukan selama ini masih bersifat insidental dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Menurutnya, kegiatan pembersihan dilakukan ketika ditemukan tumpukan sampah yang berpotensi mengganggu kebersihan laut dan kawasan pesisir.
Dalam pelaksanaannya, PPA berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan aksi bersih lingkungan. "Kami melihat kondisi terlebih dahulu. Kalau laut atau pesisir sudah sangat kotor, maka kami akan turun bersama-sama dengan berbagai pihak dan masyarakat sekitar untuk membersihkannya," ujarnya saat siaran di RRI Kupang, Kamis, 4 Juni 2026.
Pendeta Nicodemus menjelaskan, hingga saat ini belum terdapat program rutin khusus untuk pembersihan pesisir. Kegiatan tersebut lebih banyak dilakukan berdasarkan inisiatif ketika kondisi lingkungan dinilai memerlukan penanganan segera.
Meski demikian, ia menyebut terdapat program yang telah berjalan secara terencana, yakni penanaman mangrove. Program tersebut dilaksanakan bersama Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekosistem pesisir.
“Kegiatan penanaman mangrove telah dilakukan sebanyak dua kali. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan laut dan mengurangi dampak kerusakan pesisir,” katanya.
Lebih lanjut, Pendeta Nicodemus menekankan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada kegiatan pembersihan yang dilakukan komunitas atau lembaga tertentu, tetapi juga membutuhkan kesadaran setiap individu. Ia mengajak masyarakat, baik yang tinggal di kawasan pesisir maupun yang berkunjung ke pantai, untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk memelihara ciptaan Tuhan dan memastikan ekosistem tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....