JPM Dorong Pengelolaan Air Berkeadilan demi Ketahanan Pangan Berkelanjutan
- 07 Jun 2026 18:06 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang: Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) terus memperkuat upaya peningkatan ketahanan pangan berkelanjutan melalui penyediaan akses air bersih dan pengembangan sistem irigasi di Kelurahan Naoni, Kota Kupang. Senior Project Officer JPM, Yaret The Nenobesi dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang (Sabtu, 06/6/2026), mengatakan bahwa air bersih menjadi salah satu fokus utama lembaganya karena berkaitan langsung dengan kesehatan, lingkungan, serta produktivitas masyarakat.
Menurut Yaret, JPM merupakan lembaga non-pemerintah yang berdiri sejak 2019 dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, mulai dari kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan hingga penanggulangan bencana. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), persoalan air bersih masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Melalui dukungan Program PLN Peduli, JPM mengembangkan sistem penyediaan air bersih yang tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung kegiatan pertanian masyarakat. Di Kelurahan Naoni, JPM telah membangun jaringan distribusi air yang menjangkau puluhan rumah warga serta beberapa lahan komunal yang dimanfaatkan untuk budidaya hortikultura.
Yaret menjelaskan bahwa penyediaan infrastruktur air bersih diikuti dengan berbagai program pendampingan bagi kelompok tani. JPM memberikan pelatihan mengenai teknik budidaya yang ramah lingkungan, pengelolaan lahan yang berkelanjutan, serta pemanfaatan pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia yang dinilai mahal dan berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan.
Selain itu, JPM juga memperkenalkan sistem pengelolaan air yang adil dan transparan melalui pemasangan meteran pada setiap sambungan dan lahan pertanian. Sistem ini memungkinkan penggunaan air tercatat secara akurat sehingga biaya yang dibayarkan masyarakat disesuaikan dengan volume pemakaian. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah konflik sosial sekaligus memastikan keberlanjutan pengelolaan sarana yang telah dibangun.
Lebih lanjut, Yaret menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, JPM mendorong pembentukan komite pengelola air, penyusunan aturan bersama, hingga mekanisme pemeliharaan fasilitas yang disepakati dan dijalankan oleh warga. Pendekatan pemberdayaan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki sehingga fasilitas dapat terus dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Ke depan, JPM berencana mereplikasi program serupa ke sejumlah wilayah lain di Kabupaten Kupang. Yaret berharap semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaat ketersediaan air bersih dan pangan yang berkelanjutan. “Ketahanan pangan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat dapat dengan mudah memperoleh makanan bergizi dari lingkungan sekitarnya. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan kembali senyum di dapur keluarga dan memastikan kebutuhan pangan tersedia secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....