Pendeta Penggagas 'Gereja Bersih Stunting", Berbagi Pengalaman di IAKN Kupang
- 05 Jun 2026 15:17 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ketua Majelis Jemaat GMIT Overa Fatululat, Pendeta Gustaf Nenu, menjadi dosen tamu dalam mata kuliah Misi dan Pertanian di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. Dalam kegiatan yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu, ia membagikan pengalaman pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan bersama jemaat di wilayah Fatululat.
“Saya diminta untuk berbagi pengalaman bersama mahasiswa-mahasiswi dalam mata kuliah Misi dan Pertanian. Saya menceritakan pengalaman pelayanan di Overa Fatululat dan berbagai program yang kami jalankan di tengah jemaat,” kata Gustaf Nenu melalui unggahan media sosialnya, Jumat 5 Juni 2026.
Dalam kuliah tamu tersebut, Gustaf menjelaskan program Gerakan Gereja Bersih Stunting (GASING) yang digagas jemaat sebagai bentuk kontribusi gereja dalam menekan angka stunting. Selain itu, ia juga menguraikan berbagai upaya mendorong warga jemaat mengembangkan pertanian lahan kering sebagai sumber ketahanan pangan keluarga.
Ia turut memaparkan proses pembentukan tiga kelompok pemberdayaan perempuan yang bergerak pada usaha ayam petelur, ayam broiler, dan ayam KUB. Menurutnya, penguatan ekonomi keluarga menjadi bagian penting dari pelayanan gereja yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Tak lupa saya juga membagikan pengalaman tentang jatuh bangun dan kegagalan yang pernah kami hadapi. Puji Tuhan, diskusi berlangsung cair dan hangat dengan sekitar sepuluh mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan,” ujarnya.
Usai kegiatan perkuliahan, Gustaf mengungkapkan dirinya diajak bertemu Rektor IAKN Kupang, Wakil Rektor I, dan Wakil Rektor II. Dalam pertemuan tersebut muncul wacana kunjungan pimpinan kampus ke Overa Fatululat untuk melihat langsung berbagai program yang selama ini dipublikasikan melalui media sosial.
“Ada wacana agar Rektor dapat bertandang ke Overa Fatululat untuk melihat langsung apa yang selama ini saya unggah di media sosial dan tentunya diharapkan kerja sama lain dapat terbangun,” tutur Gustaf.
Kehadiran Gustaf sebagai dosen tamu mendapat respons positif dari mahasiswa karena menghadirkan pengalaman lapangan yang nyata dalam pelayanan gereja dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa mengenai praktik misi kontekstual yang menjawab kebutuhan sosial, kesehatan, dan ekonomi masyarakat pedesaan. (ST)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....