Willi Giri Siap Bawa Nama NTT dalama Pemilihan Putra Literasi Budaya Indonesia
- 04 Jun 2026 08:24 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Emyl William Thobias Giri (Wili), remaja asal Kabupaten Rote Ndao, terpilih sebagai Finalis Putra Literasi Budaya Indonesia NTT (PLBI) Kategori Remaja. Ia akan mewakili Nusa Tenggara Timur pada ajang Putra Putri Literasi Budaya Indonesia tingkat nasional yang akan berlangsung di Surabaya pada November 2026.
Kepada RRI pada Senin, 1 Juni 2026, Wili menyebutkan keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri baginya karena mendapat kesempatan membawa nama NTT ke tingkat nasional. Wili mengaku siap memberikan yang terbaik dan memperkenalkan potensi budaya serta literasi daerah kepada peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Saya sangat bangga bisa membawa nama NTT ke tingkat nasional. Ini menjadi kesempatan besar untuk membanggakan daerah dan memperkenalkan budaya yang kami miliki,” ujar Wili.
Keikutsertaannya dalam pemilihan ini didasari oleh kesadaran mendalam bahwa budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dirawat. Emil menegaskan bahwa literasi adalah jembatan strategis untuk memahami, mendokumentasikan, dan melestarikan warisan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Saat ini, dirinya mengaku terus mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan ajang nasional. Meski informasi teknis dari panitia belum sepenuhnya diterima, ia bersama tim terus melakukan berbagai persiapan secara bertahap.
Wili menyebutkan budaya dan literasi memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan karena keduanya berperan penting dalam menjaga identitas bangsa. Ia menilai generasi muda harus mampu memanfaatkan literasi sebagai sarana untuk melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi digital.
“Budaya adalah identitas bangsa dan literasi adalah jembatan untuk memahaminya. Melalui literasi, kita bisa mendokumentasikan, melestarikan, dan menyebarluaskan nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” katanya.
Sebagai bagian dari persiapan menuju tingkat nasional, Emyl juga mengembangkan gerakan Lopo Literasi Tilangga yang berfokus pada pengenalan budaya Rote Ndao melalui bahan bacaan dan konten digital. Dengan mengemas sastra tutur, musik sasando, dan dongeng lokal menjadi bahan bacaan interaktif bagi para pelajar di Rote.
Langkah ini ia lakukan agar anak-anak muda tidak hanya lancar membaca, tetapi juga tumbuh menjadi generasi cerdas yang bangga akan identitas tanah kelahirannya. Dalam pandangannya, sinergi antara literasi dan budaya lokal sangat krusial untuk mencegah penurunan kualitas sumber daya manusia dan hilangnya jati diri bangsa.
Wili berkomitmen untuk terus memperkenalkan kekayaan budaya daerah agar tetap hidup dan relevan di era digital. Ia berharap dukungan masyarakat NTT dapat menjadi motivasi bagi dirinya untuk meraih prestasi terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah di ajang Putra Putri Literasi Budaya Indonesia 2026.
Keikutsertaannya dalam pemilihan ini didasari oleh kesadaran mendalam bahwa budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dirawat. Emil menegaskan bahwa literasi adalah jembatan strategis untuk memahami, mendokumentasikan, dan melestarikan warisan budaya daerah di tengah perkembangan zaman. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....