Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Generasi Muda Lestarikan Budaya dan Literasi

  • 03 Jun 2026 14:41 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026 menjadi momentum refleksi sebagai generasi muda untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya bangsa. Hal inilah yang disampaikan oleh Emyl William Thobias Giri atau yang biasa disapa dengan Wili, putra asli Rote yang kini tengah bersiap mewakili NTT dalam ajang Putra Literasi Budaya Indonesia kategori remaja.

Menurut Wili, nilai Pancasila yang paling menggambarkan karakter masyarakat NTT adalah gotong royong. “Pancasila sering kami gunakan untuk menggambarkan karakter anak muda NTT, yaitu gotong royong yang tercermin dalam kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan, saling membantu, dan bekerja sama,” ujarnya.

Wili menguraikan bahwa nilai gotong royong yang berakar dari Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, merupakan cermin nyata kehidupan masyarakat NTT dalam keseharian di keluarga, gereja, hingga sekolah. "Pancasila ini sering kita gunakan untuk menggambarkan karakter anak muda NTT, terutama dalam hal solidaritas, toleransi, dan kerja keras," ujar Wili saat berbincang dalam siaran Kita Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai budaya lokal di NTT sangat sejalan dengan semangat Pancasila yang mengedepankan persatuan dan penghormatan terhadap sesama. Melalui gerakan literasi budaya, generasi muda dapat terus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Sebagai putra literasi budaya, kami harus memindahkan kekayaan literasi kultural ke dalam bentuk tulisan dan media digital agar anak-anak NTT tumbuh menjadi generasi yang cerdas tanpa kehilangan identitasnya,” kata Wili. Menurutnya, pemanfaatan media digital menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda.

Sebagai Putra Literasi Budaya, pemuda asal Rote ini memandang bahwa kekayaan budaya lokal NTT memiliki napas yang sejalan dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Ia memiliki visi besar untuk memindahkan kekayaan literasi kultural tersebut ke dalam bentuk tulisan dan media digital agar generasi cerdas NTT tidak kehilangan identitasnya.

Wili juga mengingatkan bahwa menurunnya minat baca dan kepedulian terhadap budaya lokal dapat berdampak pada masa depan bangsa. “Indonesia bisa kehilangan sebagian budayanya sekaligus menghadapi penurunan kualitas sumber daya manusia jika generasi mudanya tidak lagi peduli pada budaya lokal dan literasi,” ujarnya, menegaskan.

Pada momentum Hari Lahir Pancasila, Wili mengajak generasi muda NTT untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Jadilah anak muda NTT yang bangga dengan budayanya, cerdas dalam berliterasi, dan bijak bermedia sosial. Hidupkan nilai Pancasila bukan hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari,” katanya, mengakhiri. (AK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....