HLUN 2026 Jadi Momentum Perbaikan Data Sosial dan Pendidikan

  • 01 Jun 2026 09:10 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula El Tari, Kupang, Minggu 31 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh di Nusa Tenggara Timur” itu menjadi momentum penguatan program pembangunan sosial melalui pemutakhiran data dan pengembangan Sekolah Rakyat.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, di antaranya Anggota DPR RI Komisi XII, Kepala BPS RI, Gubernur NTT, Bupati Kupang, Wali Kota Kupang, unsur Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dalam kesempatan itu, pemerintah menegaskan pentingnya pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyusunan kebijakan sosial yang lebih tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Saifullah Yusuf mengatakan bahwa data yang akurat menjadi kunci utama keberhasilan berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pemerintah saat ini terus melakukan pembaruan data agar bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

"Presiden meminta kita semua untuk jujur mengakui kondisi data yang ada, kemudian bersama-sama memperbaikinya. Dengan data yang akurat, bantuan sosial akan tepat sasaran dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara terukur," ucap Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, kepada RRI.CO.ID, Minggu 31 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini memfokuskan tiga agenda utama yang saling berkaitan, yakni penyediaan data yang akurat, penyaluran bantuan yang tepat sasaran, dan pengembangan Program Sekolah Rakyat. Ketiga agenda tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik dalam proses pemutakhiran data sosial ekonomi di NTT. Menurutnya, data yang valid akan membantu pemerintah daerah memastikan berbagai program bantuan dan pemberdayaan masyarakat berjalan lebih efektif.

Selain menghadiri peringatan HLUN, Menteri Sosial juga berdialog langsung dengan para siswa Sekolah Rakyat yang telah mengikuti proses pendidikan selama hampir satu tahun. Para siswa menampilkan berbagai kemampuan, mulai dari menari, bernyanyi, hingga berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab di hadapan para tamu undangan.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Sosial yang menilai para siswa menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia mengaku bangga melihat perubahan yang terjadi pada anak-anak yang sebelumnya berasal dari keluarga dengan berbagai keterbatasan sosial dan ekonomi.

"Saya melihat perubahan yang luar biasa. Ketika pertama kali masuk, banyak anak-anak yang menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari masalah kesehatan, gizi, hingga kurang percaya diri. Hari ini mereka mampu tampil dengan penuh semangat dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka," ujarnya.

Dalam kunjungan kerjanya di NTT, Menteri Sosial juga meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Menengah 19 Kupang yang berlokasi di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Sekolah berasrama tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Saat ini pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Menengah 19 Kupang telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan mulai digunakan pada pertengahan tahun 2026. Ke depan, sekolah tersebut direncanakan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur. (AI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....