Peletakan Batu Pertama Gereja Jadi Momentum Iman Jemaat
- 30 Mei 2026 08:33 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja Pelangi Kasih Sulamu menjadi momentum penting bagi penguatan iman dan kebersamaan jemaat. Dalam suara gembalanya, Kamis 28 Mei 2026.
Kehadiran Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, M.Th menegaskan bahwa pembangunan gereja bukan hanya soal mendirikan bangunan fisik yang megah, tetapi harus melambangkan hati yang penuh kasih dan persekutuan yang kuat.
Menurut Karmany, setiap proses pembangunan harus mengandalkan Tuhan agar seluruh rencana dapat berjalan dengan baik, ia mengingatkan jemaat agar tidak hanya berfokus pada kemegahan gedung, tetapi juga menjaga kehidupan persekutuan di tengah jemaat. Sebab, bangunan yang besar akan menjadi sia-sia apabila hubungan kasih dan kebersamaan tidak dipelihara dengan baik.
Ia menyebut peletakan batu pertama tersebut sebagai momen iman dan doa bersama seluruh jemaat. Dalam pesannya, Karmany mengajak jemaat untuk memulai segala sesuatu dari dalam diri dengan ketulusan dan kebersamaan. Ia menekankan bahwa pembangunan gereja harus dilakukan dari apa adanya sambil terus membangun harapan dan kekuatan bersama.
“Mulai dari dalam, dan harus ada persekutuan. Jangan berpikir dari luar, kita mulai dari apa adanya dan membangun. Samudra begitu luas tidak akan menenggelamkan sebuah sampan kecuali sampan itu membiarkan air masuk dan menenggelamkannya," ujar Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, M.Th
"Biarlah orang yang datang pulang dengan sukacita, karena pelangi kasih berarti membawa kasih".
Selain memberikan pesan rohani kepada jemaat, dirinya juga mengapresiasi kehadiran Pemerintah Kabupaten Kupang dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah menjadi bukti nyata adanya kolaborasi antara gereja dan pemerintah dalam membangun masyarakat, kolaborasi tersebut dinilai menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan pelayanan dan karya nyata bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Pelt S. Nafi, menjelaskan bahwa pembangunan gedung gereja baru dilakukan untuk menunjang sarana peribadahan yang lebih layak dan memadai bagi jemaat. Ia mengatakan gereja akan dibangun di atas lahan berukuran 24 x 54 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 388 meter persegi.
Nafi menambahkan, proses pembangunan ditargetkan selesai dalam kurun waktu enam tahun dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp1,7 miliar. Menurutnya, dukungan jemaat serta kerja sama semua pihak menjadi modal utama agar pembangunan dapat berjalan sesuai harapan bersama.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, di antaranya Asisten II Sekda Kabupaten Kupang Charles Banamtuan, Kepala Dinas Perhubungan Frits Kuhurima, Kepala Dinas Perindustrian Adriel Abineno, Kepala Dinas Nakertrans Yesai Lanus, Kabag Protokol Beni Selan, serta Camat Sulamu Yosafat Dokoebani. Kehadiran pemerintah bersama tokoh gereja dan jemaat menunjukkan semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan rumah ibadah yang diharapkan menjadi pusat pelayanan, penguatan iman, serta pembinaan kehidupan sosial masyarakat di Kecamatan Sulamu dan sekitarnya. (AI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....