Dr. Kristina: Lingkungan Bersih Cerminkan Karakter Bangsa
- 29 Mei 2026 15:42 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi cerminan kualitas hidup dan karakter sebuah bangsa. Lingkungan yang bersih dan tertata dinilai menunjukkan tingkat kepedulian, kedisiplinan, serta tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan dan sesama.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Kristina Harming Ragu, SKM., M.Kes., Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kupang, dalam program Obrolan Kita Indonesia Pro 4 RRI Kupang, Jumat, 29 Mei 2026, dengan topik “Lingkungan Bersih, Cermin Karakter Bangsa".
Menurut Kristina, lingkungan yang bersih dan terjaga menuntut adanya kepatuhan terhadap aturan serta perilaku yang mendukung budaya hidup bersih di lingkungan sekitar. “Lingkungan yang bersih yang terjaga dengan rapi menuntut suatu kepatuhan, sikap perilaku yang mematuhi peraturan yang ditetapkan misalnya tentang kebersihan lingkungan sekitar kita yang mencerminkan budaya bersih pada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, bangsa yang memiliki karakter kuat adalah bangsa yang tertib dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. “Suatu bangsa yang memiliki karakter yang kuat adalah bangsa yang tertib dalam segala hal termasuk dalam hal menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungannya,” katanya.
Menurut Kristina, kebersihan bukan cuma soal nyaman dilihat, tetapi juga menunjukkan bagaimana masyarakat menghargai lingkungan dan sesama. Bahkan, perilaku seseorang terhadap sampah dinilai dapat mencerminkan tingkat kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kristina juga menjelaskan bahwa ruang publik yang sehat dan layak harus memiliki sejumlah indikator penting, seperti lingkungan yang bersih, tersedianya tempat sampah, sanitasi yang baik, akses air bersih, sirkulasi udara yang sehat, serta fasilitas umum yang nyaman digunakan masyarakat. Ia menilai kondisi ruang publik yang bersih dan sehat juga dapat memengaruhi citra sebuah daerah, termasuk Kota Kupang.
Karena itu, menjaga kebersihan fasilitas umum dinilai menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, Kristina mengatakan media sosial saat ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan.
Menurutnya, penyebaran pesan positif melalui media sosial dapat membantu membangun budaya hidup bersih, terutama di kalangan generasi muda. Ia pun menilai generasi muda memiliki peran besar dalam menjadi pelopor gerakan lingkungan bersih melalui kreativitas, edukasi, dan aksi nyata di lingkungan sekitar.
Dengan memanfaatkan media sosial dan komunitas, anak muda dinilai mampu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya peduli lingkungan. Di akhir perbincangan, Kristina menegaskan bahwa budaya gotong royong dan semangat kebersamaan masih sangat relevan untuk menjaga kebersihan lingkungan di tengah kehidupan masyarakat modern saat ini.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun bersama melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan keluarga, sekolah, maupun ruang publik. Ia menilai, semangat gotong royong bukan hanya mempererat hubungan sosial masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat.
Karena itu, lingkungan yang bersih pada akhirnya tidak hanya menciptakan kenyamanan dan kesehatan, tetapi juga mencerminkan karakter bangsa yang peduli, tertib, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sesama. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....