Bupati Sumba Barat: Tinggallah dalam Tuhan di tengah Arus Digital

  • 28 Mei 2026 07:17 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Sumba - Di tengah derasnya arus digital yang semakin memengaruhi pola hidup generasi muda, Prasidang Komisi Anak dan Remaja Tingkat Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) Tahun 2026 hadir bukan sekadar forum gerejawi biasa.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana gereja, keluarga, dan pemerintah dapat berdiri di garis depan menjaga karakter serta spiritualitas anak dan remaja di tengah ancaman krisis moral, kecanduan media sosial, hingga menurunnya kontrol keluarga terhadap perkembangan anak.

Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, secara resmi membuka kegiatan yang berlangsung di Jemaat Manuawawi pada Selasa, 25 Mei 2026. Pembukaan diawali ibadah yang dipimpin Pdt. Matvensius Ishak dengan renungan dari Yohanes 15:4–5 bertema “Anak-anakku, tinggallah dalam-Ku”, yang menegaskan pentingnya hidup melekat pada Tuhan dalam setiap situasi kehidupan.

Prasidang yang berlangsung pada 26–28 Mei 2026 itu diikuti delegasi dari berbagai klasis dan jemaat se-Gereja Kristen Sumba. Ketua panitia melaporkan sebanyak 235 peserta resmi terdaftar mengikuti kegiatan yang bertujuan memperkuat koordinasi pelayanan, melakukan evaluasi program, sekaligus merumuskan arah pelayanan anak dan remaja ke depan.

Ketua Umum BPMS, Marlin Lomi, dalam sambutannya menyoroti tantangan besar yang kini dihadapi anak-anak gereja. Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan sosial telah membawa pergeseran nilai moral yang semakin kompleks. Anak dan remaja tidak hanya menghadapi tekanan pergaulan, tetapi juga ancaman kecanduan media sosial yang berdampak pada kesehatan mental dan spiritual.

Ia menegaskan bahwa gereja harus hadir sebagai ruang aman dan ramah anak. Dalam pembahasan prasidang nanti, perhatian serius akan diarahkan pada upaya perlindungan anak di lingkungan gereja, mengingat pelaku pelanggaran terhadap anak sering kali berasal dari lingkungan terdekat mereka sendiri.

Ketua Umum BPMS juga mengajak seluruh jemaat mendukung kegiatan peringatan masuknya Injil di Sumba yang akan dilaksanakan di Melolo, Kabupaten Waingapu, serta menyampaikan keterlibatan Yayasan Suluh Insan Lestari Jakarta dan Yayasan Suluh Global sebagai narasumber kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat menempatkan isu anak dan remaja bukan hanya sebagai urusan gereja, melainkan persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Ia menyampaikan bahwa modernisasi dan teknologi digital memang membuka akses pengetahuan yang luas, tetapi juga dapat mengikis nilai etika dan budaya apabila generasi muda tidak dibekali fondasi spiritual yang kuat.

Menurut Bupati, seruan “Tinggallah dalam Yesus” sangat relevan di tengah perubahan zaman saat ini. Ia menilai nilai-nilai spiritual yang ditanamkan melalui gereja dan keluarga dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda agar tetap memiliki integritas, mental yang kuat, dan arah hidup yang benar.

Sudut pandang lain yang mengemuka dalam sambutan Bupati adalah soal melemahnya pengawasan keluarga terhadap anak-anak. Ia secara terbuka menyoroti fenomena remaja yang berkumpul hingga larut malam, mengonsumsi minuman keras, bahkan melakukan balap liar pada malam minggu. Bupati mengingatkan bahwa pendidikan karakter tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah ataupun gereja.

“Orang tua tidak boleh cuci tangan,” katanya, sambil menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam membimbing dan mengawasi anak, terutama di tengah derasnya pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan bebas. Selain itu, Bupati juga mengajak anak dan remaja untuk menanamkan nilai kerendahan hati, kejujuran, ketulusan, serta semangat belajar yang tinggi sebagai modal membangun masa depan Sumba yang lebih baik.

Ia berharap prasidang tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan keputusan strategis yang benar-benar menjawab kebutuhan anak dan remaja gereja di masa kini. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap membangun sinergi bersama gereja dalam menghadapi persoalan sosial yang semakin kompleks.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sumba Barat bersama Ketua BPMS. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, serta Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Barat.

Melalui prasidang ini, Gereja Kristen Sumba tidak hanya sedang menyusun program pelayanan, tetapi juga sedang merawat masa depan generasi muda Sumba—agar tetap beriman, berkarakter, dan mampu bertahan di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....