PHBI Kota Kupang Evaluasi Distribusi Kurban, Cegah Penerima Dapat Jatah Ganda

  • 25 Mei 2026 09:01 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kupang melakukan evaluasi terhadap sistem pendistribusian daging kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Evaluasi tersebut dilakukan menyusul ditemukannya sejumlah persoalan teknis pada pembagian kupon kurban tahun sebelumnya.

Ketua PHBI Kota Kupang, Bustaman dalam Wawancara Kupang Pagi Ini, Jumat, 23 Mei 2026 mengungkapkan, masih adanya ketimpangan distribusi daging kurban di tengah masyarakat. Menurutnya, terdapat warga yang menerima daging kurban lebih dari satu kali dari beberapa sumber berbeda.

“Ada yang kelebihan dapatnya dari masjid A juga dapat, dari paguyuban A juga dapat,” ujarnya.

Di sisi lain, masih ditemukan masyarakat kurang mampu yang justru tidak menerima daging kurban karena tidak terdata dalam sistem pembagian.

Bustaman menjelaskan, persoalan tersebut terjadi akibat pendataan penerima kurban antar masjid dan organisasi penyelenggara yang belum terintegrasi dengan baik. Karena itu, PHBI Kota Kupang tahun ini memperketat proses validasi data penerima agar distribusi daging benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, akurasi data menjadi kunci penting untuk mencegah terjadinya penumpukan kupon pada satu orang, sekaligus memastikan masyarakat dhuafa memperoleh haknya secara adil.

PHBI Kota Kupang juga mengimbau seluruh pengurus masjid dan organisasi masyarakat penyelenggara kurban agar segera menyerahkan laporan data penerima kupon kepada panitia tingkat kota. Langkah koordinasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan pemerataan distribusi daging kurban di seluruh wilayah Kota Kupang.

Selain melakukan pendataan, pihak panitia kini aktif memantau kesiapan posko pendaftaran penerima kurban di setiap kelurahan. Upaya tersebut dilakukan agar seluruh paket daging kurban dapat tersalurkan secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan.

PHBI berharap sinergi antara panitia dan takmir masjid mampu mengatasi persoalan pembagian ganda pada Idul Adha tahun ini. Dengan sistem distribusi yang lebih tertata, esensi ibadah kurban sebagai gerakan sosial berbasis empati diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....