Fey Febri Dorong Mahasiswa eLBajo Kelola Sampah secara Inovatif

  • 22 Mei 2026 14:10 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Direktur PT INGRAM, Fey Febri saat Youth Talk: From Waste To Action Positif Bajo (B+) dalam kesempatan itu mendorong para mahasiswa dan pelajar di Manggarai Barat untuk memilah dan mengolah sampah secara inovatif. Fey Febri menegaskan hal dalam dalam kegiatan Program Positif Bajo bersama PTTEP Indonesia dan PT. INGRAM menghadirkan Youth Workshop Campaign bertajuk “From Waste to Action” pada 21-22 Mei 2026 di Kampus Politeknik eLBajo Commodus Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Fey Febri mengatakan hal ini karena dari fakta yang terjadi, banyak daerah wisata ditinggalkan wisatawan karena persoalan sampah. Sementara, Manggarai Barat telah dinobatkan sebagai daerah wisata super prioritas di Indonesia dan sudah mendunia.

Labuan Bajo di Manggarai Barat, kata Fey Febri menjadi ikon wisata super premium yang menjadi tujuan wisatawan mancanegara.

“Banyak destinasi wisata yang ditinggalkan karena sampah Dimana-mana. Karena itu, sampah harus kita kelola,” ajak Fey Febri.

Fey Febry mengatakan, masalah sampah masih sulit penyelesaiannya karena kurangnya kesadaran dalam mengelola. Ia menegaskan, mestinya sampah bisa dikelola, karema jika tidak, sampah bisa menimbulkan risiko masa depan dalam aspek ekonomi, kesehatan, dan menjadi warisan buruk bagi keberlanjutan.

PTTEP Indonesia dan PT INGRAM, kata Fey Febri, menghadirkan solusi penanganan sampah melalui program Positif Bajo. Program ini dilakukan dengan tujuan edukasi bahwa setiap sampah yang dihasilkan adalah tanggung jawab yang bersangkutan.

“Jadi sampah yang kita hasilkan haruslah menjadi tanggung jawang kita. Ingat bahwa sampahku tanggungjawanku,” ujarnya tegas.

“Karena itu, perubahan harus dimulai dari kita. Saya ajak teman-teman muda di Labuan Bajo untuk wujudkan ide kreatif menjaga lingkungan,” ajak Fey Febri.

Program Positif Bajo percaya bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan penggerak kampanye publik. Dengan kreativitas, semangat kolaborasi, dan kepedulian sosial yang dimiliki, anak muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan perilaku lingkungan di Labuan Bajo dan Manggarai Barat.

PTTEP merupakan perusahaan minyak dan gas asal Thailand yang secara aktif mendukung berbagai program lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasinya. Dukungan perusahaan dalam Program Positif Bajo dan kegiatan Youth Workshop Campaign “From Waste to Action” mencerminkan komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, pengurangan sampah melalui pendekatan ekonomi sirkular, serta mendorong partisipasi generasi muda dalam menciptakan perubahan perilaku menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Destinasi Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLF), Konstant Mardinandus dalam pemaparannya dengan topik, “Labuan Bajo Berkelanjutan, Tantangan Sampah dan Peran Strategis Pemuda” menjelaskan bahwa pihaknya merupakan sebuah Lembaga dibawah Kementerian Pariwisata dengan tujuan menciptakan Labuan Bajo menjadi destinasi pariwisata kelas dunia dan sustainable/berkelanjutan. Menurutnya, berbicara tentang sampah tidak bisa bicara personal, tapi butuh kolaborasi dan kolaboraksi.

Labuan Bajo sejak tahun 1999 sampai hari ini, tidak ada gerakan besar untuk penanganan sampah dari hulu. “Karena itu, butuh kesadaran kita semua, terutama generasi muda,” katanya.

Peran generasi muda penting sebagai agen perubahan, sebagai inovator dan creative leader, juga mitra strategis. Hal ini penting guna menjadikan Labuan Bajo Lestari.

“Kita harus terus mengampanyekan kesadaran mengelola sampah dari anak-anak. Sampah harus dipilih dan dipilah mulai dari rumah tangga,” katanya berpesan.

Kegiatan Youth Workshop Campaign “From Waste to Action” di Kampus Politeknik eLBajo Commodus Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis 21 Mei 2026, hadir Direktur Politeknik eLBajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si, Direktur PT INGRAM, Fey Febri, perwakilan PTTEP Indonesia, Gayatri Syafri, Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Manggarai Barat, Vinsensius Gande, dan Direktur Destinasi Pariwisata BPOLBF, Konstant Mardinandus. (rls/at)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....