Anak Muda Labuan Bajo Diajak Bergerak untuk Masa Depan Bebas Sampah
- 22 Mei 2026 14:12 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo, persoalan sampah menjadi tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, Program Positif Bajo bersama PTTEP Indonesia dan PT. INGRAM menghadirkan Youth Workshop Campaign bertajuk “From Waste to Action” pada 21-22 Mei 2026 di Kampus Politeknik eLBajo Commodus Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi, pembelajaran, dan aksi bagi generasi muda Manggarai Barat untuk menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo. Workshop ini juga menjadi bagian dari penguatan Program Positif Bajo yang telah berjalan sejak 2024 melalui pendekatan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Melalui seminar, diskusi interaktif, studi kasus, hingga sesi design thinking, peserta diajak memahami tantangan pengelolaan sampah di wilayah pesisir dan destinasi wisata, sekaligus merancang ide kampanye kreatif yang dapat diterapkan langsung di komunitas mereka. Seminar ini dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, komunitas pemuda, organisasi lingkungan, relawan, dan aktivis keberlanjutan yang ditargetkan hadir dalam kegiatan ini.
Dari workshop tersebut diharapkan lahir berbagai inisiatif dan aksi nyata yang dapat memperkuat budaya memilah sampah dari sumbernya serta mengurangi penggunaan sampah sekali pakai di masyarakat. Direktur Politeknik eLBajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si saat membuka kegiatan Youth Workshop Campaign tersebut menyampaikan terima kasih kepada PTTEP Indonesia dan PT INGRAM yang sudah peduli dan konsen terhadap pengelolaan dan pengolahan sampah.
Menurut Prof. I Nengah Dasi Astawa, lembaganya juga fokus terhadap pelestarian lingkungan, khususnya terhadap penanganan sampah. eLBajo (Politeknik eLBajo Commodus) ini tiap hari kerja bakti.
“Kampus ini suatu Lembaga yang tiap hari kerjanya juga urus sampah. Sampah kita bersihkan terus. Lembaga ini kecil barangnya, tapi besar ide dan kemajuannya,” kata Prof. I Nengah Dasi Astawa.
Dalam kesempatan itu itu, Direktur Politeknik eLBajo Commodus juga melakukan penandatanganan Memmorandum of Understanding (MoU) bersama Direktur PT INGRAM, Fey Febri dalam Upaya penanganan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Labuan Bajo.
“Kerja sama ini bikin eLBajo makin semangat. Kampus punya target ringkatkan kualitas anak-anak Labuan Bajo tidak saja maju dibidang akademik dan teknologi terapan, tapi juga peduli terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Prof. I Nengah Dasi Astawa tegas.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (Kadis LHP) Kabupaten Manggarai Barat, Vinsensius Gande yang hadir dalam kesempatan itu membeberkan kondisi sampah di wilayahnya. Vinsentius menyebutkan, timbunan sampah di Kabupaten Manggarai Barat mencapai 157,31 ton perhari.
Sampah yang dirproduksi individu mencapai 0,5 kg per hari. “Kondisi ini membuat Kabupaten Manggarai Barat masuk kategori daerah sedang,” kata Vinsensius.
Vinsensius melanjutkan, untuk terkelola sampah rata-rata l84,21 ton per hari atau 57,16 persen. Yang dibuang ke lingkungan 62,27 ton atau 42,84 persen.
Upaya pengurangan sampah 11,85 ton per hari. Untuk penanganan 49,11 persen, dan masih berfokus pada wilayah di sektor tengah dan hilir.
Untuk sektor Tengah yang ditangani 37,80 ton per hari atau 25,65 persen. “Salah satu peran dalam Upaya penanganan pengurangan sampah adalah peran PT INGRAM,” ujarnya.
“Sementara untuk sektor informal/pengepul mengurangi hingga 9,86 ton per hari. Sedangkan yang langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) mencapai 26,27 ton per hari,” jelas Vinsensius.
Dari data ini, kata Vinsensius menunjukkan bahwa penanganan sampah di Kabupaten Manggarai Barat tidak sedang baik-baik saja. “Isu sampah masuk indikator utama arah Pembangunan di Manggarai Barat,” ucap Vinsensius.
“Ini setara mengurus penanganan stunting dan kemiskinan. Dan ini satu-satunya daerah di NTT yang memasukan penanganan sampah sebagai indicator utama Pembangunan,” kata Vinsensius.
Kegiatan Youth Workshop Campaign “From Waste to Action” di Kampus Politeknik eLBajo Commodus Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis 21 Mei 2026, hadir Direktur Politeknik eLBajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si, Direktur PT INGRAM, Fey Febri, perwakilan PTTEP Indonesia, Gayatri Syafri, Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Manggarai Barat, Vinsensius Gande, dan Direktur Destinasi Pariwisata BPOLBF, Konstant Mardinandus. (rls/at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....