Mutiara Pagi Kristen: Kematangan Rohani Diukur melalui Ketulusan Hati

  • 22 Mei 2026 13:36 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote Ndao – Kematangan iman seorang Kristen sejati tidak sekadar ditentukan oleh kuantitas pemberian lahiriah melainkan ketulusan respon hati. Hal itu disampaikan Bidang Pengajaran dan Teologi GBI Baa Pdp. Ansi Danarlin Ndun dalam dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Rote, Selasa, 19 Mei 2026.

Ansi menjelaskan bahwa kisah Kain dan Habel memberikan pelajaran berharga mengenai esensi utama dari sebuah ibadah. Tuhan tidak melihat seberapa besar hasil kerja keras manusia melainkan kedalaman motivasi spiritual saat mempersembahkannya.

"Kekristenan bukan persoalan kompetisi penawaran luar melainkan masalah persembahan seluruh aspek kehidupan kita," ujar Ansi. Ia menilai bahwa banyak orang terjebak formalitas peraturan tanpa benar-benar menempatkan Tuhan sebagai prioritas tertinggi.

Fenomena spiritual saat ini menunjukkan kecenderungan umat yang hanya beribadah secara lisan namun menjauhkan hatinya. Menganggap kontribusi finansial ke gereja dapat menggantikan kehadiran fisik serta penyerahan diri secara total merupakan kekeliruan.

"Tuhan menghendaki penyerahan diri yang utuh mencakup segenap jiwa kekuatan serta pikiran manusia," katanya, menjelaskan. Kedewasaan rohani ditandai oleh kesediaan hamba untuk menjadikan penciptanya bagian paling penting dalam setiap langkah.

Ansi menambahkan bahwa persembahan tanpa penyerahan hati hanya akan memicu timbulnya sifat kedengkian terhadap sesama. Rasa kecewa Kain atas penolakan korbannya membuktikan bahwa fokus utamanya hanyalah ego serta pengakuan duniawi semata.

Pdp. Ansi Danarlin Ndun mengajak seluruh pendengar untuk mengevaluasi kembali kualitas kerohanian masing-masing. Ia menegaskan pentingnya menjaga kesucian batin agar setiap bentuk pengabdian rohani berkenan di hadapan Tuhan. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....