Desa Enoraen Dukung Pengembangan TWA Menipo

  • 20 Mei 2026 14:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Pemerintah Desa Enoraen menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Taman Wisata Alam Menipo sebagai kawasan wisata berbasis konservasi yang diharapkan mampu menjadi aset besar pariwisata di Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Kepala Desa Enoraen, Sariwan Hafi Takain menilai, kawasan TWA Menipo memiliki kekayaan alam yang masih sangat asli dan menjadi habitat berbagai flora serta fauna yang dilindungi. Menurut pemerintah desa, kawasan tersebut menyimpan potensi besar karena memiliki hutan mangrove, rusa, kelelawar dan berbagai satwa liar lainnya yang masih terjaga keberadaannya.

“Kami pemerintah Desa Enoraen sangat mendukung dan menjaga TWA Menipo ini sehingga bisa menjadi lebih baik lagi karena ini merupakan aset besar kami,” ucap Kepala Desa Enoraen, Sariwan Hafi Takain, Sabtu, 16 Mei 2026.

Ia mengatakan, kunjungan yang dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam bersama organisasi masyarakat dan komunitas lainnya diharapkan menjadi awal kolaborasi dalam mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut. Pemerintah desa berharap adanya kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat dan berbagai pihak terkait agar pengembangan kawasan wisata dapat berjalan maksimal.

Selain memiliki potensi wisata alam, kawasan TWA Menipo juga dinilai mampu mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah Desa Enoraen sendiri telah membentuk sejumlah kelompok masyarakat yang mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan budaya lokal.

Beberapa kelompok tersebut di antaranya kelompok mangrove yang melakukan penanaman mangrove, kelompok tenun ikat serta kelompok seni tari tradisional. Keberadaan kelompok masyarakat tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas wisata di kawasan Menipo sehingga wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga budaya masyarakat setempat.

“Kami ada kelompok tari-tarian yang bisa disiapkan untuk menyambut wisatawan,” ucapnya

Pemerintah desa juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala infrastruktur yang perlu mendapat perhatian agar pengembangan wisata dapat berjalan lebih optimal. Salah satu kendala yang dihadapi yakni akses penyeberangan menuju kawasan Menipo yang dinilai masih kurang memadai dan cukup menyulitkan pengunjung.

Kondisi jembatan menuju kapal penyeberangan juga dinilai perlu diperbaiki demi keamanan dan kenyamanan wisatawan yang datang berkunjung. Karena itu, pemerintah desa berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun dukungan berbagai pihak untuk membantu pembenahan sarana dan prasarana wisata di kawasan tersebut.

Menurut pemerintah desa, TWA Menipo tidak hanya menjadi aset bagi masyarakat Desa Enoraen, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, kawasan Menipo juga pernah menjadi lokasi pelaksanaan festival wisata yang didukung Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam.

Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan guna meningkatkan promosi wisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, TWA Menipo diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi wisata berbasis konservasi yang memberikan manfaat bagi pelestarian lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat. (AI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....