Berkarya tanpa Batas: Kisah Inspiratif Petani dan Tour Guide Difabel
- 19 Mei 2026 09:07 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Semangat berkarya tanpa batas ditunjukkan oleh seorang pemuda penyandang disabilitas fisik asal Fatumnasi yang tetap aktif bekerja sebagai petani sekaligus tour guide. Melalui program Dialog Kupang Siang “Ruang Disabilitas & Inklusi” di Pro 1 RRI Kupang Sabtu, 9 Mei 2026, kisah perjuangan tersebut menjadi inspirasi tentang bagaimana keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk terus bekerja, mandiri, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dalam dialog tersebut, narasumber Ibrahim Bay mengungkapkan dirinya telah menekuni pekerjaan sebagai petani sejak remaja karena berasal dari keluarga petani. Meski mengalami disabilitas fisik pada bagian tangan dan kaki sebelah kiri, ia mengaku tetap mampu menjalankan aktivitas bertani bersama keluarga. Ibrahim bersama saudara-saudaranya menanam jagung, kacang-kacangan, serta sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
| Baca juga: Mutiara Pagi: Bersaksi di tengah Tantangan |
Ia menjelaskan pekerjaan sebagai petani tidak selalu berjalan mulus karena terkadang mengalami gagal panen. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, Ibrahim tetap bekerja bersama saudara-saudaranya untuk mempertahankan kehidupan keluarga. Baginya, bekerja adalah bagian dari tanggung jawab yang harus dijalani apa pun situasinya.
Selain bertani, Ibrahim mulai menjalani pekerjaan sampingan sebagai tour guide sejak tahun 2024. Kesempatan itu berawal ketika dirinya bersama sejumlah pemuda di Fatumnasi tergabung dalam komunitas peduli lingkungan adat. Komunitas tersebut dibentuk untuk menjaga kawasan hutan dan mendampingi para pengunjung yang datang ke wilayah wisata alam setempat.
| Baca juga: Perempuan Perlu Mendapat Apresiasi Nyata |
Ibrahim mengatakan dirinya kemudian mengikuti pelatihan tour guide yang difasilitasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam di Soe. Pelatihan tersebut diikuti secara bertahap oleh para pemuda setempat. Setelah mengikuti pelatihan, ia mulai aktif mendampingi wisatawan yang melakukan kegiatan hiking di kawasan Fatumnasi.
Menurut Ibrahim, pekerjaan sebagai tour guide menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam seminggu dirinya bahkan bisa mendaki hingga tujuh kali bersama para pengunjung. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia mengaku tidak merasa terbebani karena pekerjaan tersebut sudah menjadi bagian dari semangat hidupnya untuk terus bekerja dan mandiri.
Di akhir dialog, Ibrahim memberikan pesan penyemangat kepada para penyandang disabilitas agar tidak mudah menyerah menghadapi keterbatasan. Ia mengajak sesama penyandang disabilitas untuk tetap semangat, terus berusaha, dan bekerja sesuai kemampuan masing-masing. Kisah hidup Ibrahim menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....