Sensus Ekonomi 2026 Dinilai Jadi Penentu Arah Investasi Masa Depan NTT
- 18 Mei 2026 07:08 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pengamat ekonomi NTT, Dr. Frits O. Fanggidae, menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi dan investasi di Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara program “Kupang Pagi” di Pro 1 RRI Kupang.
Menurutnya, sensus ekonomi bukan sekadar pendataan, tetapi menjadi dasar pemetaan kekuatan ekonomi daerah secara menyeluruh. Frits menjelaskan bahwa, sensus ekonomi 2026 akan melengkapi data sektoral yang sebelumnya telah dilakukan melalui sensus pertanian tahun 2023.
Jika sensus pertanian memotret sektor agraris, maka sensus ekonomi kali ini akan menggambarkan berbagai aktivitas ekonomi di luar sektor pertanian, termasuk perdagangan, industri, jasa, keuangan, hingga sektor ekonomi kreatif. Data yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran lengkap mengenai struktur ekonomi dan pelaku usaha di seluruh wilayah NTT.
Menurutnya, hasil sensus akan sangat penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran. Dengan data yang lengkap, pemerintah dapat menentukan strategi pembangunan berbasis wilayah, sektor ekonomi, komoditas unggulan, hingga pelaku usaha yang perlu mendapatkan dukungan prioritas.
Frits menegaskan bahwa, mayoritas pelaku ekonomi di NTT saat ini masih didominasi usaha mikro dan kecil sehingga pemetaan yang akurat menjadi kebutuhan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain untuk pemerintah, data sensus juga dinilai memiliki nilai strategis bagi dunia usaha dan investor. Investor, kata Frits, membutuhkan gambaran awal mengenai potensi wilayah, sektor unggulan, serta peluang kemitraan sebelum memutuskan untuk menanamkan modal.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa data sensus bersifat agregat sehingga masih perlu dilengkapi dengan survei dan studi kelayakan investasi yang lebih mendalam agar keputusan investasi dapat dilakukan secara tepat dan terukur. Dalam wawancara tersebut, Frits juga menyoroti sektor energi baru terbarukan sebagai masa depan investasi NTT.
| Baca juga: Cetak Sawah Baru Buka Harapan Petani Kupang |
Ia menyebut NTT memiliki potensi besar dalam pengembangan energi hijau karena didukung sumber daya alam seperti angin, sinar matahari, gelombang laut, dan potensi air. Selain energi terbarukan, ia juga melihat peluang besar pada perdagangan karbon atau carbon trade yang dinilai dapat menjadi bagian penting dari pengembangan ekonomi rakyat di masa depan.
Meski demikian, Frits menegaskan bahwa sektor-sektor konvensional seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan tetap menjadi kekuatan utama ekonomi NTT. Ia menyebut hampir 30 persen struktur ekonomi NTT masih ditopang sektor pertanian.
Karena itu, investasi yang didukung teknologi dan manajemen modern dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan maupun sumber daya manusia sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Di akhir wawancara, Frits menyoroti pentingnya peningkatan literasi data dan statistik di masyarakat.
Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan hanya ketersediaan data, tetapi juga kemampuan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha dalam membaca serta memanfaatkan data untuk pengambilan keputusan. Ia berharap Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan optimal dan menjadi pijakan penting bagi pembangunan ekonomi serta peningkatan investasi di NTT pada masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....