Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Laksanakan Sensus Ternak

  • 17 Mei 2026 12:06 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Dinas Peternakan Kabupaten Kupang sedang gencar melaksanakan peremajaan data populasi melalui program sensus ternak yang dilakukan secara langsung ke rumah warga. Petugas lapangan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dari Universitas Nusa Cendana berupaya mendata seluruh kepemilikan hewan ternak besar secara mendetail.

Petugas sensus sering menghadapi kendala di lapangan karena banyak peternak sedang sibuk memanen hasil pertanian di kebun mereka. Kondisi tersebut memaksa para petugas lapangan untuk melakukan kunjungan ulang ke rumah warga tanpa adanya dukungan dana operasional khusus.

Banyak peternak lokal merasa sangat ketakutan bahwa data jumlah kepemilikan hewan tersebut akan dikaitkan dengan penarikan pajak daerah. Keyakinan keliru itu membuat sebagian warga menolak kedatangan petugas atau memilih memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan kondisi riil.

Plt Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Oktaviana Manulangga menegaskan bahwa pendataan ini sama sekali tidak memengaruhi status penerima bantuan sosial. Pemerintah daerah murni menggunakan basis data tersebut untuk merencanakan alokasi kebutuhan obat-obatan serta distribusi berbagai macam vaksin hewan.

Dengarkan Juga : Sensus dan Realita Lapangan : Apakah Data Sudah Akurat ?

Perbedaan data yang cukup signifikan terjadi antara catatan resmi Dinas Peternakan dengan hasil sensus pertanian milik Badan Pusat Statistik. Ketidakjujuran masyarakat dalam melaporkan jumlah ternak mereka menjadi penyebab utama munculnya selisih angka populasi yang sangat masif.

Penurunan angka populasi yang tercatat resmi oleh otoritas statistik berwujud pada pemangkasan kuota pengiriman ternak sapi antar pulau secara drastis. Kebijakan pengurangan kuota tersebut merugikan para peternak lokal karena pintu keluar pemasaran produk hewan ke luar daerah menjadi terbatas.

Arus lalu lintas perdagangan hewan di Pasar Lili sebagai pasar ternak terbesar kini mengalami penurunan omzet hingga mencapai enam puluh persen. Lesunya aktivitas ekonomi ini dipicu oleh keengganan peternak membawa sapi mereka akibat anjloknya harga jual di tingkat pedagang pengumpul.

Pemerintah Kabupaten Kupang sangat mengharapkan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan data kepemilikan hewan secara jujur. Kejujuran informasi dari peternak akan membantu pemerintah daerah dalam memperjuangkan kenaikan kuota pengiriman demi memulihkan stabilitas ekonomi warga. (AN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....