Budidaya Jamur Tiram Jadi Peluang Usaha Menjanjikan bagi Petani Muda NTT
- 13 Mei 2026 12:13 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini bukan lagi sekadar pekerjaan konvensional, karena melalui kreativitas dan inovasi, pertanian bertransformasi menjadi peluang usaha menjanjikan yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satu komoditas yang kini mulai dilirik petani adalah budidaya jamur tiram.
Dalam program "Obrolan Akamsi" RRI Pro 4 Kupang, Selasa, 12 Mei 2026, Hiskia Gandi Runesi, seorang petani muda dari P4S BESCAM PETANI, membagikan pengalamannya dalam mengembangkan potensi jamur tiram di Kabupaten Kupang. Menurutnya, bisnis ini sangat potensial karena memiliki siklus panen yang cepat dan bahan baku yang sangat mudah didapat.
Hiskia mengungkapkan bahwa media tanam jamur atau yang disebut dengan baglog, dibuat dengan memanfaatkan limbah serbuk kayu halus yang biasanya dibuang atau dibakar di tempat mebel. "Kami melihat peluang itu sehingga limbah mebel tidak terbuang sia-sia, tapi kami pergunakan sebaik mungkin untuk media tumbuh jamur tiram," ujarnya.
Adapun komposisi media tanam yang digunakan terdiri dari serbuk kayu halus (100 kg), dedak padi (20 kg), kapur (2 kg) dan air secukupnya. Dari campuran tersebut, petani dapat menghasilkan sekitar 300 hingga 400 baglog.
Proses pembuatan jamur tiram membutuhkan ketelitian dan sterilisasi yang tinggi. Tahapannya dimulai dari pencampuran media, pengukusan selama 8-10 jam untuk memastikan sterilitas, pembibitan, hingga masa inkubasi selama satu bulan di ruang khusus.
"Dalam proses pembuatan ini harus dilakukan dengan baik, karena jika ada kesalahan kecil dalam sterilisasi atau pengukusan bisa membuat bibit tidak tumbuh dan ditumbuhi jamur liar atau Trichoderma," ujarnya.
Setelah baglog siap dan miselium (jamur putih) memenuhi media, jamur akan mulai tumbuh dalam waktu sekitar satu minggu setelah disiram air secara rutin. Untuk satu baglog seberat 1 kg lebih dapat dipanen berkali-kali selama 3 hingga 4 bulan dengan hasil sekitar 200 gram per panen.
Sebagai pusat pelatihan, P4S BESCAM PETANI juga merangkul siswa SMK hingga anak-anak TK untuk belajar mencintai dunia pertanian. Hiskia berharap generasi muda di NTT tidak lagi memandang sebelah mata pekerjaan petani.
"Jangan menganggap pekerjaan pertanian sebagai pekerjaan kotor. Dengan modifikasi alat yang kreatif, pertanian adalah sektor yang sangat maju ke depannya," ujarnya, mengakhiri. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....