Wakil Bupati Sumba Barat Hadiri Penutupan Musrenbang RKPD NTT 2026

  • 11 Mei 2026 09:15 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Sumba – Langkah strategis pembangunan Nusa Tenggara Timur untuk tahun 2027 kini memiliki arah yang jelas dan terukur. Hal ini ditandai dengan penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi NTT Tahun 2026, yang menghasilkan 93 usulan prioritas pembangunan. Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga, turut hadir dalam kegiatan penting ini, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerahnya untuk bergerak seirama dengan visi besar provinsi menuju kemajuan yang nyata dan berkeadilan.

Acara penutupan yang berlangsung di Kupang ini dipimpin langsung oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan, selaku wakil Gubernur NTT. Pertemuan ini bukan sekadar forum perencanaan biasa, melainkan penjabaran nyata tahun ketiga dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2025–2029, yang berfungsi sebagai kompas utama agar seluruh kebijakan pembangunan di wilayah ini tetap selaras, terarah, dan memberikan dampak maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sebanyak 93 usulan prioritas yang disepakati merupakan hasil penyatuan aspirasi yang mendalam, mulai dari kebutuhan tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, hingga ke tingkat provinsi. Fokus utamanya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi melalui hilirisasi berbasis produktivitas, pemerataan pembangunan infrastruktur, serta peningkatan mutu layanan pendidikan dan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar setiap warga.

Pembangunan yang dirancang juga menekankan prinsip inklusif, di mana kelompok rentan dipastikan terlibat dan mendapatkan manfaat secara konsisten. Langkah ini merupakan kelanjutan dari arahan tahun kedua RPJMD, yang menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak boleh meninggalkan satu pun kelompok masyarakat, baik perempuan, lansia, maupun kelompok yang membutuhkan perhatian khusus agar kesejahteraan benar-benar dirasakan merata.

Selaras dengan kebijakan nasional, RKPD tahun 2027 ini juga memuat poin strategis berupa peningkatan produktivitas daerah, penciptaan iklim investasi yang kondusif, serta pengembangan sektor industri. Semua arahan ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden, menjadikan pembangunan NTT sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya besar memajukan perekonomian nasional secara keseluruhan dan berkelanjutan.

Forum penting ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan utama, mulai dari perwakilan pemerintah pusat, jajaran pimpinan provinsi, seluruh Bupati dan Wali Kota se-NTT, pimpinan DPRD, perguruan tinggi, hingga tokoh masyarakat dan lembaga mitra. Kehadiran lintas unsur ini membuktikan bahwa perencanaan pembangunan NTT disusun secara terbuka, partisipatif, dan melibatkan berbagai perspektif demi hasil yang terbaik.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, keikutsertaan Wakil Bupati Thimo Ragga memiliki makna mendalam. Ia menegaskan bahwa kesepakatan dalam Musrenbang ini adalah wujud nyata sinergi antar tingkat pemerintahan. “Kami berkomitmen menyelaraskan seluruh program daerah dengan visi provinsi, agar setiap langkah pembangunan di Sumba Barat turut memperkuat kemajuan NTT secara menyeluruh demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dengan tegas.

Dengan tersusunnya 93 usulan prioritas ini, Provinsi Nusa Tenggara Timur kini melangkah lebih mantap dan percaya diri menuju target RPJMD 2025–2029. Semua pihak optimis, pada tahun 2027 nanti, NTT akan tampil lebih maju, produktif, dan berkelanjutan, membawa harapan baru bagi seluruh masyarakat di ujung timur Indonesia ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....