Amandus Lau, Hidupkan Kembali Ladang Pertanian Kebun Lama Takari

  • 09 Mei 2026 23:04 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Di tengah minimnya minat anak muda terhadap dunia pertanian, sosok Amandus Lau atau yang akrab disapa Eman memilih jalan berbeda.

Dalam wawancara bersama RRI pada Jumat, 8 Mei 2026, terkait pengelolaan “Kebun Lama Takari” di Desa Oesusu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, ia membuktikan bahwa lahan yang lama terbengkalai bisa kembali produktif dan menghasilkan cuan.

Nama "Kebun Lama" sendiri dipilih bukan tanpa alasan, melainkan menyimpan makna mendalam mengenai sejarah dan harapan masa depan. “Kebun lama ini ada dua arti, yang pertama karena lahannya sudah sekitar 8 tahun tidak diolah dan kembali diproduski dan yang kedua saya berharap kebun ini bisa bertahan lama dan berlajut terus,” ucap mantan fasilitator pertanian ini.

Di atas lahan tersebut, Eman menerapkan sistem tumpang sari untuk memaksimalkan area yang terbatas dengan menanam cabai rawit sebagai komoditas utama. Selain cabai, Kebun Lama Takari juga memproduksi berbagai jenis sayuran seperti pakcoy, selada, buncis, kacang panjang hingga tomat yang dikelola bersama masyarakat sekitar.

Menurut Eman, cabai rawit menjadi komoditas utama karena memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi dan menjanjikan. Proses distribusi hasil pertanian dilakukan secara mandiri oleh Eman untuk memastikan kesegaran produk hingga ke tangan konsumen di pasar tradisional.

Ia rutin menyuplai hasil kebunnya ke Pasar lokal Takari setiap hari Rabu hingga ke Oesapa di Kupang. “Kalau di pasar Oesao, berapa banyak pun hasilnya biasanya diterima. Saya langsung drop ke pedagang, nanti pembayaran ditransfer,” ujarnya.

Bahkan kini usahanya ini telah menjalin kerja sama untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG Takari dalam program MBG. Melalui kerja sama tersebut, berbagai hasil panen seperti pakcoy dan kacang panjang rutin dipasok untuk mendukung kebutuhan pangan bergizi bagi anak sekolah.

Eman memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran yang menjadi kunci utama mengapa Kebun Lama Takari begitu cepat dikenal oleh masyarakat luas. Konten-konten visual yang dibagikan Eman tidak hanya bertujuan untuk berjualan, tetapi juga untuk mendokumentasikan hasil kerja kerasnya agar bisa menginspirasi anak muda lainnya.

Dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan membangun jaringan distribusi yang baik. Kini, Kebun Lama Takari kini menjadi contoh bagaimana anak muda dapat mengubah lahan tidur menjadi sumber penghasilan sekaligus membuka peluang pangan lokal bagi masyarakat sekitar.

Ke depan, Eman juga memiliki mimpi besar untuk mengembangkan Kebun Lama Takari menjadi kawasan agrowisata edukatif. “Saya ingin kebun ini bukan hanya tempat produksi, tapi juga tempat belajar dan berbagi pengalaman supaya semakin banyak orang muda tertarik kembali ke kebun,” ujarnya.

Selain itu, usaha Kebun Lama Takari juga mulai membuka peluang kerja bagi anak muda dan masyarakat sekitar untuk ikut terlibat dalam pengelolaan lahan, perawatan tanaman, hingga proses distribusi hasil panen. Melalui keberhasilan ini, Eman berpesan agar generasi muda tidak perlu gengsi untuk turun ke ladang dan mulai memanfaatkan lahan sekecil apa pun di sekitar rumah.

Menurutnya, ketekunan dalam bertani mampu memberikan hasil yang sangat menjanjikan. "Kalau betul-betul bertekun, mungkin penghasilannya lumayan, bisa sama atau bahkan lebih dari pekerjaan kantoran," katanya, mengakhiri. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....