IKWAN Kupang Gelar Aksi Kemanusiaan, Bantu Warga Terdampak Gempa di Pulau Solor
- 09 Mei 2026 12:17 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Semangat kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh generasi muda di Kota Kupang. Ikatan Warga Titehena (IKWAN) Kupang melakukan aksi nyata dengan menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak gempa bumi di Pulau Solor, Flores Timur.
Ketua Umum IKWAN Kupang, Azman Purnama Zuklan dalam Obrolan Kita Indonesia RRI Pro 4 Kupang, Jumat, 8 Mei 2026 menyatakan bahwa gerakan ini lahir dari rasa empati mendalam terhadap penderitaan sesama. "Peduli adalah merasakan apa yang dirasakan orang lain, namun berkorban adalah tindak lanjut nyata dari rasa peduli tersebut," ucapnya.
IKWAN Kupang, yang mayoritas anggotanya adalah mahasiswa asal Solor dan Lamakera yang menempuh studi di Kupang, bergerak cepat menggalang dana selama empat hari di titik Bundaran Tirosa dan Eltari. Azman menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari peran mahasiswa sebagai agent of change dan social control.
Meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan medan yang sulit, tim relawan tetap turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat. Dalam penyaluran bantuan, IKWAN Kupang memprioritaskan lima desa di Pulau Solor yang jarang tersentuh media dan bantuan pemerintah pusat.
Beberapa desa sasaran antara lain Desa Labelen, di mana ditemukan rumah warga yang rata dengan tanah akibat gempa. "Kami memilih desa-desa yang kurang terekspos media karena mereka seringkali luput dari perhatian, padahal dampaknya sangat parah secara psikologis dan ekonomi," ujarnya.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar mendesak seperti terpal untuk tenda darurat (karena warga masih trauma tidur di dalam rumah), selimut dan tikar, bahan pokok (sembako) bagi warga yang aktivitas ekonominya terputus.
Menurut Azman, kondisi di lapangan cukup memprihatinkan, di mana banyak lansia dan anak-anak terpaksa tidur di tenda terbuka di bawah guyuran hujan, dan hini menjadi pelajaran berharga bagi para pemuda IKWAN untuk terus menjaga semangat solidaritas.
Aksi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas anak muda lainnya di Nusa Tenggara Timur untuk tetap peka terhadap isu-isu kemanusiaan di sekitarnya.
"Jangan pernah pelit dengan harta kita, karena di dalam rezeki kita ada hak orang lain yang membutuhkan. Tugas manusia bukan hanya menaklukkan bumi, tapi menciptakan kenangan manis melalui kebaikan di masa depan," ujarnya, mengakhiri. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....