Bulan Budaya GMIT Dorong UMKM dan Diakonia Jemaat

  • 04 Mei 2026 03:13 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote – Penyelenggaraan bulan budaya di lingkungan Gereja Masehi Injili di Timor dinilai memberi dampak positif, tidak hanya dalam aspek pelestarian budaya, tetapi juga kontribusi nyata di bidang diakonia. Kegiatan ini membuka ruang bagi jemaat untuk saling menopang secara ekonomi dan sosial.

Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Saneb Yohanis Ena Blegur, S.Th dalam suara gembalanya pada Pembukaan Bulan Budaya di Jemaat Betania Baa, Minggu 3 Mei 2026 menegaskan bahwa bulan budaya telah menjadi sarana pemberdayaan jemaat, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Kalau diakonia, bulan budaya ini memberikan kontribusi positif bagi anggota jemaat, karena ada perputaran ekonomi yang nyata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengalaman di Kupang menunjukkan bahwa kegiatan budaya mampu menggerakkan ekonomi lokal. Produk-produk seperti tenunan tradisional mengalami peningkatan permintaan, baik untuk dipinjam, disewa, maupun dibeli dalam rangka kegiatan gerejawi dan budaya.

“Di Kupang itu banyak UMKM yang mendapatkan berkat luar biasa dari penyelenggaraan bulan budaya. Ini nyata, bukan sekadar wacana,” katanya.

Lebih lanjut, ia menggambarkan keterlibatan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari para lansia, ibu-ibu, hingga para pengrajin di desa-desa. Kehadiran mereka dalam rantai produksi budaya menunjukkan bahwa kegiatan ini inklusif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan jemaat.

Menurutnya, model seperti ini perlu terus didorong dan dikembangkan di berbagai wilayah pelayanan GMIT, termasuk di Rote Ndao. Dengan demikian, bulan budaya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi dan pelayanan diakonia yang berkelanjutan. (RH)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....