Asta Cita Prabowo Subianto Dorong SDM Unggul lewat Program Diplearning
- 02 Mei 2026 14:50 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia menerapkan pendekatan pelayanan pendidikan mendalam atau Diplearning sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Hal tersebut terselenggara seiring dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang membangun SDM yang unggul, kuat, dan tangguh.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan pernyataan tersebut saat membacakan Sambutan tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasionel ke-67 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Alun-Alun I.H.Doko, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Sabtu 2 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa, jika hendak memajukan suatu Bangsa, perbaiki pendidikan.
Jika hendak memperbaiki Pendidikan maka perbaikilah mulai dari dalam kelas. Oleh karena itu perlu perbaikan pendidikan mendalam.
“Untuk melaksanakan pembelajaran mendalam sebagaimana mestinya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan lima kebijakan strategis terutama program pengembangan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi. Pemebelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto,” ucap Gubernur NTT Melki Laka Lena.
“Program revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam suasan fisik yang aman , nyaman, dan sarana yang memadai. Karena berbagai tokoh pendidikan menyebutkan bahwa, lingkungan belajar yang nyaman dan sarana yang memadai merupakan faktor penting yang mendukung motivasi dan kemajuan belajar,” ucapnya lebih lanjut membacakan sambutan Mendikdasmen RI.

Kedua adalah, Pemerintah melakukan pemenuhan kualifikasi dan peningkatan kompetensi kesejahteraan guru. Kunci keberhasilan pendidikan ada pada guru sebagai teladan agen pembelajaran dan peradaban.
“Guna memenuhi kualifikasi guru, pemerintah memberikan beasiswa tiga juta rupiah per semester untuk guru-guru yang berpendidikan diploma empat atau strata 1 melalui pendidikan recocnise pembelajaran lampau di Kampus yang memenuhi ketentuan Menteri Pendidikan Sains dan Teknologi. Pada Tahun 2025 beasiswa dialokasikan untuk 12.500 guru, dan pada tahun 2026 untuk 150.000 guru,” ucapnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni kepada RRI usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional menyampaikan bahwa, untuk kemajuan pendidikan di NTT butuh kerja keras tidak saja tentang SDM tetapi juga penyediaan sarana prasarana pendukung pendidikan. Hal lainnya menurut Ketua DPRD NTT, adalah perhatian terhadap kesejahteraan tenaga guru yang masih honorer.
“Kalau kita mau jujur, kita sebenar masih butuh kerja keras, kerja serius tentang pendidikan di NTT. Jadi tidak saja soal Sumber Daya Manusiannya saja tetapi disini jita bicara juga tentang infrastruktur,” kata Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni kepada awak media.
“Infrastruktur hari ini menurut saya butuh perhatian serius dari Pemerintah dan itulah yang menjadi pengarus terhadap seluruh proses pendidikan di NTT. Selain itu, tingkat kesejahteraan guru-guru masih perlu mendapat perhatian terutama guru hononer, dimana di satu sisi kita menuntut mereka tetapi disisi lainnya kesejahteraan mereka belum terjamin dengan baik,” ucap Emi Nomleni dengan tegas.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma usai memantau pemeran Hasil Kreasi Siswa-Siswi SMK se-Nusa Tenggara Timur menyampaikan bahwa, anak-anak NTT memiliki potensi ketrampilan yang hebat, mumpuni, dan patut diapresiasi. Menurutnya, mereka mampu menciptakan bahan-bahan bekas menjadi bahar berharga, ada juga yang memiliki ketrampilan merancang jaringan komunikasi, listrik, dan energi, serta kemampuan membuat berbagai kerajinan tenun, pakaian dengan berbagai modifikasi, masak-makasakan, dan berbagai jenis minuman khas NTT. (at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....