Gubernur NTT Serukan, Pekerja harus Bermimpi Jadi Pengusaha

  • 01 Mei 2026 17:30 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyerukan dan mengajak para pekerja atau buruh di Tanah Air agar tidak merayakan MAY DAY sebagai Hari Buruh Internasioal saja, akan tetapi harus bermimpi menjadi seorang pengusaha sukses. Minimal, menurut Gubernur NTT Melki Laka Lena, mulai dari kelas UMKM baru menjadi Pengusaha menengah dan atas.

“May Day ini jangan hanya dirayakan sebagai Hari Buruh Internasional, akan tetapi hari dimana para pekerja punya mimpi dan bisa menjadi pengusaha. Minimal mereka berminta dari pelaku UMKM baru pelan-pelan naik menjadi pengusaha menengah dan atas,” kata Gubernur Melki Laka Lena, saat menyampaikan pandangannya ketika membuka Dialog Interaktif Memperingati Hari Buruh Internasional May Day, 1 Mei 2026 dengan Tema, Kolaborasi dan Sinergi antara Pemerintah, Dunia Usaha, dan Serikat Pekerja/Buruh dalam Melindungi dan Menciptakan Pekerja yang Konstruktif dan Membangun Menuju NTT yang Sejahatera, di Aula El Tari Kupang, Kamis 30 April 2026.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan, hanya pengusaha yang lahir dari pekerja akan memahami kebutuhan seorang buruh. “Karena hanya pengusaha yang lahir dari Rahim pekerja atau buruh yang tahu suka duka menjadi buruh, dan dia bisa memahami kondisi mereka ketika memberi upah kepada buruhnya,” ujar Gubernur NTT.

“Nah kalau mau ayo kita kerja, dan sembari kita urus hak-hak pekerja termasuk ASN PPPK, tetapi juga ada 51 triliun rupiah keluar dari NTT yang butuh banyak pengusaha yang sebenarnya dari sektor pengusaha ini kita bisa siapkan. Jadi buat ketua-ketua serikat buruh ini saya berharap kita sama-sama urus ini, jadi kita jangan demo terus pemerintah dan pengusaha yang mereka juga tentunya pusing menjalankan usahanya,” ucapnya.

Gubernur NTT Melki Laka Lena juga mengajak para pimpinan Buruh, Kadin, Apindo, tidak banyak melakukan aksi demontrasi di Hari Buruh Internasional, akan tetapi mencari langkah konkrit dan strategis ikut mendorong para Pekerja atau Buruh di NTT menjadi pengusaha minimal mulai dari kelas UMKM. Karena menurut Gubernur NTT, hanya melalui hal itulah maka sedapat mungkin kita meminimalisir tingkat pengangguran dan persoalan buruh di Nusa Tenggara Timur.

“Ya kalau urusan demo saya sudah lewati tapi kalau bisa kita lompat yang lebih bagus lagi yang lebih produktif. Dan saya berharap, para ketua-ketua yang mengurus tenaga kerja ini mereka bisa menghasilkan pengusuha-pengusaha baru, maka saya berpikir itu jauh lebih baik dari pada kita demo-demo terus pemerintah dan pengusaha,” ucap Gubernur NTT dengan tegas.

Sementara itu, Sekertaris Apindo NTT, Toni Antariksa Dima menyampaikan bahwa, salah satu tantangan terbesar bagi Pengusaha di Tanah Air adalah, Bonus Demografi atau peningkatan jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 200 juta orang, akan tetapi lapangan kerja masih terbatas. “Tantangan kita kedepan ada dua hal yaitu bonus demografi, dimana angkatan kerja itu lebih dari dua ratus juta orang,” ujar Toni.

“Ini yang harus kita sikapi dimana angkatan kerja yang begitu banyak tetapi lapangan kerja terbatas. Karena pekerja kita lebih banyak pekerja informal dan kami apresiasi gubernur NTT yang melindungi kurang lebih seratus ribu orang, dan ini yang kita terus perjuangkan,” ucapnya.

Tantangan kedua yang dikemukan Sekertaris APINDO NTT terkait Pekerja atau Buruh adalah, revolusi industry 4.0. Dimana ada otomatisasi, pekerjaan-pekerjaan tertentu sudah digantikan dengan mesin atau teknologi bukan lagi oleh manusia, seperti penjaga jalan tol dan lainnya sebagainya, termasuk sistem pekerjaan berbasis digitalisasi. (at)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....