Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang Laksanakan Abdimas Mandiri
- 30 Apr 2026 19:43 WIB
- Kupang
RRI. CO. ID, Kupang - Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan Abdimas Mandiri. Kegiatan ini bertema 'Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Pencegahan Stunting serta Peningkatan Kesehatan Lansia.'
Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan bersama tenaga kesehatan Puskesmas Tarus, Mahasiswa Ners Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang. Kegiatan ini diawali dengan melakukan Screening Cek Kesehatan Gratis (CKG), meliputi Pemeriksaan kesehatan fisik, Telinga dan Pemeriksaan Hipertensi, DM, Kolesterol dan Asam urat.
Cek kesehatan gratis pada Rabu 29 April 2026 berlangsung di dusun IV Desa Mata Air diikuti 19 orang laki-laki dan 37 orang perempuan. Hasil screening tentang hipertensi, DM, mata, telinga, dan IVA menunjukan DM 2 orang, hipertensi 5 orang, asam urat: 13 orang, kolesterol 1 orang, WUS 18 orang dan lansia 22 orang.
Saat pemberian Edukasi Dari 19 laki-laki yang hadir, 9 orang (47, 37%) merokok rata-rata sehari 3 bungkus. Setara dengan Rp.60.000 dan dalam 1 bulan menghabiskan Rp 1, 8 Juta.
"Jika uang ini digunakan untuk membeli telur maka sudah terpenuhi 1 Rak telur atau 30 butir dalam sehari yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil bayi dan balita bahkan seluruh keluarga anggota keluarga," ujar Dr. Ina Debora Ratu Ludji, sebagaimana dalam keterangan pers yang diterima rri.co.id.
Ia melanjutkan, biaya rokok yang diganti telur dapat dikonsumsi ayah, ibu dan 2-3 orang anak untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yang sangat penting untuk sehari utk perkembangan otak anak. Menurutnya, 80 persen perkembangan otak terjadi dalam seribu hari pertama. Ini sama dengan usia 0-2 tahun dan disebut Periode Emas Kehidupan.
Dr. Ina Debora Ratu Ludji memberikan edukasi tentang PHBS, ASI Ekskludif, KB dan Immunisasi. Ia menyarankan agar keluarga membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah ke kamar mandi. Selain itu cuci tangan juga dilakukan setelah bekerja di kebun atau membersihkan halaman rumah, dari perjalanan keluar rumah sebelum kontak dengan Bayi dan balita.
"Konsumsi protein hewani wajib bagi ibu hamil dan bayi balita untuk mencegah stunting paling sederhana konsumsi telur, ikan yang kaya akan protein, asam amino essensial serta Omega 3," imbuh Dr. Ina.
Ia menambahkan, protein hewani lain yang mudah didapatkan di NTT adalah Ikan "kombong", Ikan tembang, ikan nipi, dan ikan tuna, agar anak sehat dan cerdas. Harga ikan yang murah menurutnya bukan berarti tidak bergizi jika diolah dengan benar dan bervariasi.
Hadir dalam kegiatan ini, kepala dusun Marten Mata Rihi. Sedangkan nara sumber dosen dari Poltekkes yakni Dr. Ina Debora Ratu Ludji, SKp., M.Kes, dosen pembimbing mhahasiwa yang mendampingi saat edukasi. Adapun dosen yang hadir yakni Fitri Handayani SKep., Ns.MPH; Antonia Helena Hamu, SKep., Ns., M.Kep; dan Yustinus Rindu, SKep., Ns., M.Kep serta Kaprodi Sarjana Terapan (STR). Keperawatan Dr. Aemilianus Mau, SKep., Ns., M.Kep.
Sedangkan petugas kesehatan yang melakukan screening bersama mahasiswa yakni Bidan Pustu Paskalina Leki, Staf Puskesmas / KB Irene Massy, StafvPuskesmas ruang bersalin Agustina Mutik.
Dr Ina Menjelaskan bahwa kehadiran Bapak Ibu orang Tua anak bahkan lansia akan sangat baik untuk membantu keluarga dalam pengambilan keputusan untuk hidup sehat. Ia menekankan pentingnya Opa dan Oma mengingatkan anak dan menantu untuk melahirkan di Faskes dan meminta Petugas Bidan/Perawat untuk Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebagai langkah awal proses laktasi.
Ia meminta aktivitas menyusui diperhatikan untuk menolong bayi dapat menyusui dengan baik dan benar dan produksi ASI cukup. Menurutnya ASI Eksklusif wajib diberikan 0-6 bulan dan ibu bisa menyusui 2-3 Tahun. Setelah itu, bayi mulai diperkenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MP ASI) sejak usia 6 bulan Bayi tumbuh kembang sehat dan cerdas. (ST)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....