Data Real-Time Dorong Percepatan Serapan Gabah di Sumba Timur
- 30 Apr 2026 08:28 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mulai mengimplementasikan digitalisasi sektor pertanian melalui penggunaan data real-time untuk memetakan titik panen secara akurat. Langkah ini dilakukan guna mempercepat penyerapan gabah petani serta mengoptimalkan distribusi hasil panen di wilayah sentra produksi padi.
Pemanfaatan teknologi informasi ini memberikan gambaran detail mengenai lokasi serta volume panen yang akan datang di lapangan. Dengan data tersebut, perencanaan logistik dapat dilakukan lebih matang sehingga proses distribusi berjalan efektif dan efisien.
Melalui sistem digital ini, pemerintah daerah bersama Perum Bulog dapat menyusun jadwal pergerakan armada pengangkut lebih awal. Hal tersebut bertujuan agar gabah petani dapat langsung diangkut ke gudang tanpa menunggu lama di area persawahan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Nicolas Pandarangga, S.T.P, M.M., dalam Wawancara Kupang Pagi Ini Senin, 27 April 2026 menegaskan, integrasi teknologi menjadi solusi atas kendala distribusi saat musim panen. “Dengan data yang akurat mengenai lokasi dan volume panen, kami dapat merencanakan pergerakan armada lebih awal sehingga gabah petani bisa langsung terserap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem pemetaan digital juga membantu petugas lapangan dalam memantau kondisi cuaca secara lokal. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi risiko kerusakan hasil panen akibat perubahan cuaca yang terjadi mendadak.
Menurut Nicolas, koordinasi antara kelompok tani dan pusat logistik kini semakin terintegrasi melalui dukungan teknologi digital. Efisiensi kerja meningkat dan biaya operasional angkutan hasil panen dapat ditekan secara signifikan.
Pemerintah daerah berkomitmen memperluas cakupan pemetaan digital hingga menjangkau seluruh desa di Sumba Timur. Dukungan infrastruktur telekomunikasi yang stabil menjadi prioritas agar pengiriman data dari lapangan berjalan lancar.
Ia menambahkan, digitalisasi juga berfungsi sebagai instrumen pengawasan untuk menjaga transparansi ketersediaan stok pangan. “Dengan keterbukaan data, stabilitas harga beras dapat dijaga serta daya beli masyarakat tetap terlindungi,” kata Nicolas, mengakhiri. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....