Mutiara Pagi Katolik: Gembala yang Baik Menunjukkan Kasih
- 30 Apr 2026 08:49 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote Ndao - Yesus dipahami sebagai Gembala Yang Baik yang menunjukkan kasih melalui pengorbanan dan kepedulian personal terhadap umat. Relasi antara Gembala dan domba digambarkan sebagai hubungan yang saling mengenal dan saling menjaga. Hal itu disampaikan dalam program Mutiara Pagi Katolik Pro 1 RRI Rote, Senin, 27 April 2026. Renungan dibawakan Damianus Obenu, S.Fil, Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kabupaten Rote Ndao.
Ia menjelaskan, Injil Yohanes 10:11-18 menegaskan perbedaan antara gembala sejati dan orang upahan. Gembala sejati rela memberikan nyawa bagi kawanan, sedangkan orang upahan cenderung melarikan diri saat ancaman datang. Menurutnya, relasi ini menunjukkan adanya pengenalan personal antara Yesus dan umat-Nya. Domba mengenal suara gembalanya, dan gembala mengenal setiap domba secara dekat.
Ia menambahkan, kasih Yesus tidak terbatas pada satu kelompok saja. Terdapat misi untuk menyatukan “domba-domba lain” menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Dalam refleksinya, ia menyoroti tantangan kehidupan modern yang cenderung membangun sekat sosial. Perbedaan latar belakang sering menjadi batas dalam relasi antar manusia.
Ia juga menyinggung pengaruh teknologi dan kesibukan yang dapat mengurangi kepekaan spiritual. Umat dinilai perlu menjaga keseimbangan antara aktivitas duniawi dan relasi dengan Tuhan. Media sosial, menurutnya, dapat menjadi sarana memperkuat nilai persaudaraan. Penggunaannya diarahkan untuk menyebarkan pesan positif, bukan memperuncing perbedaan.
Ia menjelaskan bahwa setiap orang dipanggil menjadi “gembala” dalam lingkup kehidupan masing-masing. Baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat. Seorang pemimpin, katanya, perlu menekan ego pribadi demi kepentingan bersama. Hal ini penting agar komunitas tidak terpecah.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan berorientasi pada kemanusiaan. Sikap ini membantu membangun kebersamaan dalam keberagaman. Menurutnya, keteladanan Yesus juga tampak dalam kesabaran menghadapi penolakan. Sikap ini menjadi dasar dalam menerima perbedaan pandangan.
“Gembala yang baik tidak meninggalkan kawanan,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya kesetiaan dalam memimpin dan melayani. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....