Seratus Pelaku UMKM Ikut Bimtek Pembuatan Kosmetik dan Skincare Berbahan Organik

  • 29 Apr 2026 18:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Sebanyak seratus Pelaku UMKM yang bergelut di dunia usaha kosmetik, tata rias, pangkas rambut, dan sejenisnya, mengikuti Bimbingan Teknis pembuatan kosmetik dan skincare alami dari bahan organic lokal. Kegiatan yang diprakarsai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama Komisi X DPR RI berlangsung sehari di Sotis Hotel, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 29 April 2026.

Hadir dalam kegiatan ini, Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah selaku mediator, Perwakilan BRIN, Puji Widodo, dan Perwakilan Bupati Kupang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Adriel Abineno. Hadir juga seluruh Staf Khusus Anggota Komisi X DPR RI, Dapil NTT II Anita Jakoba Gah, dan Pejabat serta Staf dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kupang.

Anita Jacoba Gah selaku Wakil Rakyat di DPR RI Dapil NTT II pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa, selaku Wakil Rakyat di DPR RI, ia ingin menghadirkan para pakar teknologi di dunia kosmetik dan skincera berbahan alami yang ada di BRIN mengamalkan pengetahuan mereka kepada masyarakat NTT yang memiliki potensi alami. “Saya di komisi X memperjuangkan anggaran untuk BRIN melakukan riset, maka hasil sirestnya harus dirasakan oleh rakyat, termasuk di NTT,” kata Anggota Komisi X DPR RI, Anita Gah.

“Saya sebagai jembatan antara Pemerintah Pusat dan rakyat di Daerah saya harus memastikan bahwa, apa pun yang dilakukan leh BRIN harus dirasakan oleh rakyat. Saya berharap melalui kegiatan ini ada upaya membangun ekosistem berbasis sumber daya alam lokal yang berkelanjutan,” ujar Anita Gah.

Anita Gah juga menyampaikan bahwa, terkait dan pembuatan kosmetik dan skincare organic berbahan alami, ternyata NTT memiliki banyak bahan bakunya seperti jahe, kunyit, jagung, madu, kacang-kacangan, pisang, dan jeruk serta sejenisnya termasuk kelor. Jenis-jenis tanaman tersebut bisa menjadi bahan-bahan dasar kosmetik atau kecantikan, namun kita belum tahu bagaimana caranya membuat bahan-bahan tersebut menjadi bahan kosmetik atau skincare yang bernilai ekonomis dan bermanfaat untuk seseorang,” kata Anita Gah.

Ia pun berharap, melalui Bimtek ini, para pelaku UMKM memanfaatkan kesempatan tersebut sebesar-besarnya untuk kesejahteraan keluarga dan kelompok. Ia pun berjanji akan mendorong BRIN tidak saja melakukan Bimtek, tetapi membina kelompok UMKM dengan menyediakan alat yang memadai sesuai kebubutuhan pembuatan kosmetik atau pun skincare.

Pejabat BRIN, Widodo pada kesempatan bimtek dimaksud menyampaikan, BRIN adalah pusat riset dan inovasi teknoligi harus sampai ke masyarakat. “Jadi UMKM, kelompok tani, koperasi, maupun lembaga swasta lainnya dapat berkomunikasi dengan BRIN dalam mengambangkan usahanya di daerah,” kata Puji Widodo.

Menurut Puji, teknologi tersebut direncanakan ditempatkan di daerah dan diharapkan terjadi di NTT sehingga potensi yang ada bisa dikelola dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat di Kabupaten Kupang. Ia menegaskan, semua teknologi yang dihasilkan BRIN harus dikembalikan ke masyarakat agar dapat menikmati manfaatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Adriel Abineno dalam sambutannya mengatakan, Bimtek pembuatan kosmetik dan skincare alami dari bahan organic lokal. Kegiatan yang diprakarsai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama Komisi X DPR RI merupakan kegiatan strategis dan penting, tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tetapi potensi sumber daya pekaragan yang dimiliki di Kabupaten Kupang.

Ia menegaskan, di tengah-tengah persaingan industry kosmetik yang pesat, pemanfaatan potensi lokal menjadi potensi pesat yang menghadirkan produc yang aman, ramah lingkungan, serta memiliki keunggulan khas daerah. “Karena itu pada kesempatan ini kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Anggota DPR RI Dapil NTT, Anita Jacoba Gah, dan BRIN dan semua pihak yang berkontribusi membangun SDM masyarakat pelaku UMKM,” katanya.

“Kami berharap, kegiatan ini terus berjalan dan dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM dalam meningkat pengatahuannya menjalankan usahanya di dunia usaha Kosmetik atau Skincare. Karena kegiatan ini dapat bermanfaat untuk kebutuhan ekonomi yang lebih baik,” katanya.

Pantauan RRI, peserta Bimtek sangat berharap melalui kegiatan dimaksud semakin menaruh perhatian kepada pelaku UMKM di Kabupaten Kupang. Umumnya peserta berharap agar ada dukungan modal dan peralatan modal usaha terutama pengadaan peralatan pembuatan kosmetik dan skincare berbahah organik alami, yang nilainya berkisar antara 50-70 juta rupiah.

Pada sisi lain, peserta sangat berterimakasih kepada BRIN dan Komisi X DPR RI melalui Anggota Dapil NTT II, Anita Jacoba Gah yang terus menaruh perhatian kepada masyarakat NTT, tidak saja di dunia pendidikan, tetapi sudah merambah ke dunia pertanian dan pelaku UMKM. Harapannya, perhatian terserbut berlanjut, demi mensejahterakan ekonomi masyarakat. (at)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....