Mutiara Pagi Islam: Indahnya Bulan Syawal

  • 29 Apr 2026 15:43 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote Timur - Bulan Syawal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan setelah Ramadan, tetapi sebagai momentum peningkatan kualitas iman. Hal ini disampaikan dalam siaran Mutiara Pagi Islam Pro 1 RRI Rote, Jumat, 10 April 2026.

Renungan dibawakan oleh Ustaz Hayan bin Baco, Penyuluh Agama Islam Kemenag Rote Ndao yang menjelaskan makna Syawal dalam kehidupan umat Islam. Ia menekankan bahwa Syawal bukan sekadar penutup Ramadan, tetapi awal peningkatan kualitas iman.

Ia menjelaskan, Idul Fitri menjadi momentum kembali ke fitrah. Makna ini bukan hanya perayaan, tetapi juga bentuk penghambaan diri kepada Allah.

“Idul Fitri adalah kembali kepada kesucian dan ketakwaan,” ujarnya. Ia menambahkan, nilai tersebut harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Syawal menjadi ujian konsistensi ibadah setelah Ramadan. Umat diharapkan tidak mengalami penurunan dalam kualitas maupun kuantitas amal.

Menurutnya, kata Syawal mengandung makna peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa amal saleh seharusnya terus bertumbuh setelah Ramadan.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga semangat ibadah di tengah berbagai tantangan hidup. Konsistensi dinilai sebagai indikator utama kedewasaan spiritual.

“Ujian akan selalu ada, tetapi kedekatan dengan Allah harus tetap dijaga,” katanya. Ia menegaskan, setiap tantangan dapat menjadi sarana peningkatan derajat.

Selain aspek ibadah, Syawal juga dimaknai sebagai bulan maaf dan silaturahmi. Momentum ini digunakan untuk memperbaiki hubungan antarsesama.

Ia mengajak umat untuk saling memaafkan dan menghilangkan ego. Sikap tersebut penting untuk membersihkan hati dari dendam dan penyakit batin.

Menurutnya, silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari ajaran yang memperkuat persaudaraan. Hal ini menjadi fondasi kehidupan sosial yang harmonis. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....