Floratama Academy 2026 Jangkau Pelaku Usaha Alor dan Lembata

  • 29 Apr 2026 09:02 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus memperluas jangkauan program Floratama Academy 2026 guna memastikan pemerataan pembangunan ekonomi kreatif di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya daerah penyangga pariwisata. Meski berpusat di Labuan Bajo, program ini kini menjangkau wilayah Floratama secara lebih luas, meliputi daratan Flores, Pulau Alor hingga Kabupaten Lembata.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pelaku usaha di daerah tidak tertinggal dalam arus pertumbuhan pariwisata super prioritas. Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, SH, dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang Rabu, 29 April 2029 menegaskan bahwa inklusivitas menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif di NTT.

“Program ini juga menyasar talenta-talenta kreatif dari Alor dan Lembata untuk memastikan bahwa kemajuan pariwisata super prioritas Labuan Bajo memberikan efek domino ekonomi yang merata,” ujarnya. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha dari wilayah penyangga sangat penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus menjadi upaya mengurangi kesenjangan akses pelatihan dan informasi bagi UMKM yang berada jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi di Manggarai Barat.

Andhy mengatakan, melalui pemanfaatan platform digital, Floratama Academy 2026 memungkinkan peserta dari luar Labuan Bajo untuk tetap mengikuti pelatihan, inkubasi bisnis, serta sesi mentoring secara intensif tanpa terkendala jarak geografis. Inovasi ini membuka peluang bagi produk-produk unggulan dari Alor dan Lembata untuk masuk ke jaringan pasar yang lebih luas, termasuk sektor perhotelan dan restoran di Labuan Bajo.

BPOLBF juga mendorong kolaborasi antar pelaku usaha di seluruh wilayah Floratama guna membangun rantai pasok produk kreatif lokal yang lebih kuat dan kompetitif. “Produk-produk seperti tenun ikat khas Alor maupun komoditas kopi dari Lembata kami harap dapat menjadi bagian dari paket wisata premium yang ditawarkan kepada wisatawan mancanegara,” ujar Andhy Marpaung.

Keberhasilan program ini akan diukur dari peningkatan kapasitas usaha para alumni, termasuk kemampuan memperluas pasar dan menciptakan lapangan kerja baru di daerah masing-masing. Floratama Academy 2026 diharapkan menjadi jembatan bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas melalui standarisasi produk dan penguatan identitas budaya.

Andhy optimistis, dengan sinergi yang kuat antar daerah, kemajuan pariwisata NTT dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan. Dukungan semua pihak dinilai penting agar pelaku ekonomi kreatif di seluruh wilayah Flobamora mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang mandiri. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....