BRIN dan Komisi X DPR RI Gelar Bimtek Produktivitas Pertanian di Kupang

  • 29 Apr 2026 08:04 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama Komisi X DPR RI menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Produktivitas Hasil Pertanian Padi, Jagung, dan DSB di Kota Kupang, Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini melibatkan seratus (100) peserta dari Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian di delapan dari 24 Kecamatan se-Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Dapil NTT II, Anita Jacoba Gah, dan Peneliti Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan, Organisasi Riset Energi dan Manufaktur pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Budi Raharjo, S.TP., M.Si. Anggota Komisi X DPR RI Dapil NTT II, Anita Jacoba Gah pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa, petani di era digitalisasi tidak hanya mengandalkan ketekunan.

Akan tetapi mereka membutuhkan sience dan teknologi pertanian, agar produktivitas lebih meningkat, namun tidak menghilangkan kebiasaan sistem pertanian yang masih melekat. “Sekarang ini bapak, ibu kita sudah memasuki era digitalisasi, petani saat ini tidak hanya cukup memiliki keberanian dan ketekunan, tetapi petani-petani era saat ini adalah petani-petani yang membutuhkan sience dan teknologi, dan inovasi yah, bapak, ibu,” ujar Anita Jacobah Gah.

“Jadi petani sekarang ini bukan hanya petani yang berani berani dan mau bekerja tetapi petani yang berani mau mencoba sesuatu hal yang baik. Jadi inovasi atau teknologi itu jangan dianggap musuh oleh petani, tetapi harus dianggap oleh petani sebagai sahabat baru yang ingin membantu kita menjadi lebih baik,” ujar Anita Gah menegaskan.

“Jadi sekali lagi science and technology serta inovasi itu penting bagi petani-petani kita terus mengubah pola pertanian lebih modern. Ia berharap, Bimbingan Teknis Peningkatan Produktivitas Hasil Pertanian Padi, Jagung, dan DSB semakin meningkatkan produktiitas pertanian di NTT, khususnya di Kota Kupang,” ujarnya.

Peneliti Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan, Organisasi Riset Energi dan Manufaktur pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Budi Raharjo, S.TP., M.Si, pada kesempatan yang sama menyampaikan, Bimbingan Teknis Peningkatan Produktivitas Hasil Pertanian Padi, Jagung, dan DSB melibatkan seratus peserta dari Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian merupakan wadah atau kesempatan tepat bagi penyuluh maupun pihak BRIN saling memberi masukan dalam meningkatkan produktivitas pertanian Padi, Jagung, dan DSB. “Kita harapkan, penyuluh itu kita bekali dengan teknologi atau inovasi terbaru yang kita hasilkan, sehingga menambah wawasan mereka dan banyak pilihan pola pertanian,” ujar Budi Raharjo.

“Kalau mereka menghadapi masalah di lapangan baik soal hama maupun produksi di lapangan itu produksinya mereka langsung meramu apa yang cocok untuk teknologinya. Karena sebenarnya yang lebih dekat dengan petani dan permasalahan mereka itu adalah para penyuluh, tinggal bagaimana kita menerapkan teknologi yang sudah dihasilkan sampai ke mereka dan mereka akan menerapkannya,” ujarnya lebih lanjut.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Kupang, Erta Kanu mengatakan bersyukur dengan Bimbingan Teknis Peningkatan Produktivitas Hasil Pertanian Padi, Jagung, dan DSB melibatkan seratus peserta dari Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian di Kabupaten Kupang. Menurutnya, melalui Bimtek tersebut semakin meningkatkan para Kelompok Tani dan Penyuluh pertanian meningkatkan pengetahuan dalam sisem pertanian modern berbasis Sience dan Teknologi.

“Dengan kegiatan ini kami bersama-sama dengan BRIN kami bisa mendorong perhatian terhadap kebutuhan alsintan, yang menjadi harapan para petani saat ini. Dan melalui kegiatan ini ada jawabannya, terutama menambah pengetahuan para penyuluh dan kelompok tani kita untuk lebih meningkatkan produktivitas pertanian meraka di lapangan,” ucap Erta Kanu.

Bimbingan Teknis Peningkatan Produktivitas Hasil Pertanian Padi, Jagung, dan DSB yang dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional, BRIN bekerjasama Komisi Sepuluh DPR RI melibatkan Kelompok dan Penyuluh Pertanian dari Kecamatan Amarasi Selatan, Taebenu, Amarasi, Kupang Timur, Kupang Tengah. Bimtek tersebut diharapkan terus terlaksana dan dapat menjangkau semua Wilayah di Kabupaten Kupang. (at)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....